Breaking News:

Polisi Berpangkat AKBP Dicopot, IPW Menduga Karena Minta Rp 1 Miliar ke Pelapor

Polri mencopot jabatan anggotanya setingkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

net
Ilustrasi 

#Polisi Berpangkat AKBP Dicopot, IPW Menduga Karena Minta Rp 1 Miliar ke Pelapor

TRIBUNBATAM.id - Polri mencopot jabatan anggotanya setingkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memberi apresiasi pada Polri yang sudah mencopot  oknum polisi dugaan meminta uang Rp 1 Miliar kepada seorang pelapor bernama Bd.

Pencopotannya tertuang dalam surat telegram ST/13/I/2020 tertanggal 08 Januari 2020.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane (Kompas.com)

"Tindakan tegas ini perlu dilakukan Polri kepada anggotanya yang brengsek agar citra Polri terjaga dan kepercayaan publik kepada jajaran kepolisian tetap terbangun," kata Neta, kepada Warta Kota, Sabtu (11/1/2020).

Neta menjelaskan, sebelumnya pada pertengahan November 2020 pelapor dimintai uang Rp 1 miliar oleh oknum penyidik.

Karenanya pelapor bersama IPW mengadukan kasus itu ke Kapolda Metro Jaya. Laporan resmi diterima Koorsespri Kapolda Metro Jaya.

"Saat diminta uang Rp 1 Miliar, pelapor tidak memberikannya dan pelapor merasa diperas penyidik.

Akibat pelapor tidak memenuhi permintaan Penyidik, maka tersangka dlm kasus No Sp.Sidik/592/IV/2018/Reskrim Jaksel tgl 16 April 2018 atas nama MY dan Sul tidak kunjung diserahkan Polres Jaksel ke Kejaksaan," kata Neta.

"Padahal perkaranya sudah P21. Jika tersangkanya segera dilimpahkan ke Kejaksaan, perkaranya bisa segera tuntas di pengadilan," kata Neta.

Tindakan mengkomersialisasi jabatan yang bisa menghambat upaya penegakan hukum seperti ini, kata Neta, jelas tidak hanya mengganggu profesionalisme Polri tapi juga merusak rasa keadilan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved