Kamis, 16 April 2026

Hari Dharma Samudera, Kisah Heroik Yos Sudarso dan KRI Macan Tutul Tantang Belanda di Laut Arafuru

Hari Dharma Samudera adalah peringatan perjuangan dan pengorbanan pahlawan bahari Komodor Yos Sudarso dan pasukan di KRI Macan Tutul.

Kolase/Wikipedia
Yos Sudarso dan KRI Macan Tutul 

Yos Sudarso diserahi tugas sebagai Deputi Operasi. Tugas yang berat bagi Yos Sudarso.

Kisah heroik mengenai pertempuran Yos Sudarso akhirnya terjadi pada tanggal 15 Januari 1962.

Ketika itu Yos Sudarso melakukan patroli dengan membawa tiga kapal yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau dibawah komandonya.

Operasi senyap tersebut dilakukan di sekitar wilayah perairan laut Aru disekitar wilayah Maluku.

Tidak lama kemudian pesawat Neptune Belanda yang melakukan patroli menjatuhkan flare.

Keadaan yang ketika itu sunyi dan gelap kemudian berubah terang benderang.

Tiga kapal Belanda dengan persenjataan lengkap dan ukuran yang lebih besar kemudian muncul membelah langit malam.

Ketiga kapal Belanda tersebut ternyata sudah menunggu mereka.

Ilustrasi
Ilustrasi 

Tembakan peringatan pertama dilepaskan oleh Belanda dan jatuh disamping KRI Harimau.

Kolonel Sudomo kemudian memerintahkan tembakan balasan namun meleset.

Yos Sudarso yang sadar bahwa pertempuran ini bakal tidak seimbang dalam hal persenjataan, beliau kemudian memerintahkan ketiga kapal yang ia komandoi untuk mundur sementara.

Manuver 180 derajat kemudian dilakukan ketiga kapal tersebut.

Namun naas, KRI Macan Tutul yang ditumpangi oleh Komodor Yos Sudarso macet.

Pihak Belanda mengira bahwa kapal Indonesia akan melakukan manuver untuk menyerang.

Belanda kemudian melepaskan tembakan untuk menyerang.

KRI Macan Tutul ketika itu berhadapan dengan kapal perusak Belanda.

 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved