BATAM TERKINI

Truk Pengangkut Tanah Tak Pakai Penutup Terpal, Warga Protes Debu Sebabkan Polusi di Sekupang Batam

Sejumlah warga mengeluhkan debu tanah yang bertebaran di jalan RE Martadinata jalan raya Sekupang, tepatnya di persimpangan menuju RSBP

Truk Pengangkut Tanah Tak Pakai Penutup Terpal, Warga Protes Debu Sebabkan Polusi di Sekupang Batam
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Puluhan truk pengangkut tanah silih berganti lewat di jalan RE Martadinata jalan raya Sekupang, tepatnya di persimpangan menuju Rumah Sakit Otorita tanpa terpal penutup, sehingga mengakibatkan debunya beterbangan, Senin (13/1/2020). 

Truk Pengangkut Tanah Tak Pakai Penutup Terpal, Warga Protes Debu Sebabkan Polusi di Sekupang Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah warga yang berkendara mengeluhkan debu tanah yang bertebaran di jalan RE Martadinata jalan raya Sekupang, tepatnya di persimpangan menuju RSBP Batam.

Pasalnya, tanah yang menempel dan terbawa pada ban kendaraan proyek terjatuh di jalan raya tersebut mengakibatkan debu dan bertebaran jika angin kencang dan kendaraan melintas.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, Senin (13/1/2020) puluhan mobil truk yang mengangkut tanah itu terus melintas bergantian.

Bahkan, truk tersebut tidak menggunakan terpal penutup, sehingga mengakibatkan debunya beterbangan.

Akibatnya pengendara yang melintas terlihat berang dengan tebaran debu tanah yang bertebaran.

Bahkan akibat aktivitas itu, bahu jalan pintu memasuki kawasan industri galangan itu terlihat retak.

Warga Keluhkan Debu Kegiatan Proyek Pemkab Bintan, Takut Terjadi Lakalantas

"Kalau lewat di lokasi proyek itu, memang debunya minta ampun, apalagi kalau ada kendaraan besar yang lewat, debu dari tanah itu udah ke mana-mana terbang hingga kita pun terpaksa menghirupnya," kata Marlin salah satu pengendara yang melintas, Senin (13/01/2020).

Debu dari tanah proyek yang berada di jalan itupun juga dikeluhkan Dinda, warga Sekupang yang kesehariannya melintas di daerah itu jika hendak mengantar barang ke Pelabuhan.

"Sejak proyek itu mulai beroperasi, debu mulai banyak bertebaran jika melintas di sana, apalagi kalau ada kendaraan besar lewat dan angin kencang, udah pasti kita bakal menghirup debu tersebut,"ucapnya.

Ia menyebutkan, debu yang berada di sana disebabkan tanah yang mengering, dari sisa-sisa tanah yang menempel pada kendaraan proyek dan berserakan di lokasi badan jalan.

"Kalau menurutku sih seharusnya jika ada sisa-sisa tanah yang menempel pada kendaraan proyek dan berserakan di jalan itu segera dibersihkan, jangan di biarkan begitu saja, hingga menyebabkan debu dan gundukan kecil,"terangnya. (Tribunbatam.id/beresmbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved