Kepala Desa Dilaporkan Setelah Panggil Anak Buahnya Dengan Sebutan Sampah di Grup WhatsApp

Diketahui Kepala Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, DIY, Wahyu Widodo, dilaporkan ke polisi oleh bawahannya, Kaur Perencanaan Desa Srigading, S

Kepala Desa Dilaporkan Setelah Panggil Anak Buahnya Dengan Sebutan Sampah di Grup WhatsApp
INTISARI.GRID.id
Ilustrasi. Group WhatsApp 

Namun, camat tak berani karena tak menemui dasar hukum yang kuat yang bisa memecat Sulis.

"Kita melaporkan Lurah Srigading ke Polres Bantul dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik," ucapnya 

Saat dikonfirmasi, Wahyu Widodo tak menampik dirinya dilaporkan anak buahnya ke polisi.

Dia pun mengaku siap menjalani proses hukum terkait hal itu.

"Enggak apa apa sekarang sudah jalan. Sudah diperiksa kemarin Jumat," katanya melalui sambungan telepon.

"Saya tidak pernah menyatakan Sulis itu sampah, begitu aja," kata Widodo

Widodo mengatakan, dirinya memindahkan Sulistiyantoro dari Kaur Keuangan dan Bendahara Desa ke Kaur Perencanaan karena terkait pelaporan anggaran desa.

Selain itu, dirinya juga menerbitkan pemecatan terhadap Sulis.

Dia menyebut, sudah ada mediasi terkait masalah ini, yang disaksikan oleh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan juga dari Kecamatan Sanden.

"Saya sudah memberikan keterangan itu (permasalahan keuangan) ke polisi," ucap Widodo.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya mengaku baru akan mengecek terkait perkembangan kasus itu.

"Besok saya cek ya," kata Riko melalui pesan singkat.

(Kompas.com / Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kronologi Kepala Desa di Bantul Dilaporkan ke Polisi, Dianggap Sebut Bawahannya "Sampah"

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved