Foto Jadul Misi Rahasia Negara Tito dan Idham Aziz, Ada Staf Khusus Jokowi dan Bang Edo

Perwira polisi berpangkat tertinggi di foto jadul adalah Brigjen Pol Gories Mere (65 tahun, Akpol 1976).

Foto Jadul Misi Rahasia Negara Tito dan Idham Aziz, Ada Staf Khusus Jokowi dan Bang Edo
dok_tribun-timur/facebook
Kombes Pol Tito Karnavian dan AKBP Idham Aziz bersama Kadensus 88 Brigjen Pol Gregorius Mere (bertopi) di Palu, 2005. 

Mereka dalam misi rahasia negara. Foto berdua itu adalah cropingan. Saat itu usia Idham dan Tito masih 45 tahun. Usia kematangan seorang perwira menengah, sebelum dipromosi menjadi jenderal.

BATAM, TRIBUN-BATAM.id —  Foto jadul Mendagri Jenderal (purn) Tito Karnavian (55 tahun) dan Kapolri Idham Aziz (56), sejak akhir pekan lalu beredar di lini masa belasan media dan akun group media sosial.

Ternyata itu hanya foto crooping-an.

Aslinya ada sekitar 12 orang. Namun yang terlihat dan teridentifikasi jelas hanya lima orang.

Mereka dipimpin oleh seorang jenderal polisi, yang kini jadi staf khusus presiden Joko Widodo, dan juga CEO biro jasa kajian intelijen strategis, milik Jenderal (purn) Abdullah Mahmud "Bang Edo" Hendropriyono, mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Tugas mereka adalah mencoba mengungkap kasus separatisme yang berpotensi memecah belah persatuan negara, yang masih basah di Poso dan Palu.

Tribun Batam, Selasa (21/1/2020) memperoleh gambar itu dari sebuah group media sosial.

Lalu gambar utuh dikonfirmasi Tribun ke seorang jenderal polisi senior, berpangkat inspektur jenderal di Makassar, Irjen Pol Mas Guntur Laupe. 

“Kalau ndak salah, itu saat mereka di densus 88, ungkap kasus mutilasi anak SD di Poso dan Palu,”  kata Kapolda Sulsel itu, kepada Tribun.

Dari konteks Foto itu, ternyata dijepret 15 tahun lalu, akhir tahun 2005. 

Lokasinya di sebuah ruang rapat milik negara di Palu, Sulawesi Tengah.

Artinya, saat itu usia Idham dan Tito masih 45 tahun. Usia kematangan seorang perwira menengah, sebelum dipromosi menjadi jenderal.

Kombes Pol Tito Karnavian dan AKBP Idham Aziz bersama Kadensus 88 Brigjen Pol Gregorius Mere (bertopi) di Palu, 2005.
Kombes Pol Tito Karnavian dan AKBP Idham Aziz bersama Kadensus 88 Brigjen Pol Gregorius Mere (bertopi) di Palu, 2005. (dok_tribun-timur/facebook)

Pada foto itu, Idham Azis menggunakan kaus putih dilapisi kameja biru. Adapun gaya duduk Idham Azis tampak santai.

Kaki Idham diangakat ke atas kursi. Sedangkan pada foto tersebut Tito Karnavian tampak lebih kalem. Gaya Idham Azis disebut trendi.

Kapolri Sindir Gaya Istri Kapolda dan Kapolres, Kebiasaan Mereka Berbeda Jauh Dengan Istri Presiden

Konteks foto dalam misi rahasia. Mereka mengungkap kasus kriminal berbau SARA dan potensi kasus disintegrasi bangsa. 

Di foto utuh itu, ternyata bukan hanya Tito dan Idham. Ada lima perwira Polri lainnya. 

Kala itu, satu dari mereka sudah berpangkat jenderal, Brigjen Pol Gregorius ‘Gories’ Mere. Satu berpangkat Komisaris besar polisi (Tito Karnavian), dan tiga dari mereka masih berpangkat ajun komisaris polisi (AKBP).

Tiga yang berpangkat AKBP itu adalah Idham Aziz, Petrus Reinhard Golose (Kapolda Bali, Akpol 1988), dan Ricyo Amela Daniel (Kapolda Jateng, Akpol 1988).

Idham Aziz dan Tito Karnavian
Idham Aziz dan Tito Karnavian (dok_facebook_IKM)

Kabarnya, di foto sebenarnya juga asa M Syafei, namun tak tampak. Kala itu, M Syafei adalah perwira bareskrim berpangkat AKBP. Syafei kini jadi Kepala Densus 88 denan pangkat Inspektur Jenderal Polisi).

Dua jadi bintang empat polisi; satu sudah pensiun sebagai Kapolri (2016-2019) dan sejak 24 Oktober 2019 mengabdi sebagai menteri dalam negeri (Jenderal Pol Tito Karnavian), dan satunya lagi, kini jadi orang nomor satu di Polri, (Jenderal Pol Idham Aziz).

Perwira polisi berpangkat tertinggi di foto jadul adalah Brigjen Pol Gories Mere (65 tahun, Akpol 1976). 

Kala itu, Gories adalah kepala Densus 88.

Kini Gories adalah purnawirawan polri. 

Kini pria kelahiran Flores, NTT itu menjadi CEO Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), lembaga kajian intelijen dan isu strategis yang didirikan mantan Kepala BIN (2001-2004) A.M. Hendropriyono (usai 74 tahun dan Akmil/Kopasus 1967). Bersama putra Hendropriyono, M Diaz Hendropriyono, Gories kini aktif sebagai staf khusus presiden.

Saat jabat perwira Reskrim Polda Metro Jaya, Gories jadi inisiator Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88, Agustus 2004. 

Densus 88  diresmikan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani, 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian.

Di masa Gories-lah, Tito, Idham, Petrus, Rico dan Syafei, memang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara. 

Halaman
Penulis: Aminudin
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved