Menyebar di China dan Belum Ada Obat, Apa Itu Virus Corona?
Virus Corona jadi perbincangan hangat belakangan ini karena telah menewaskan beberapa korban di China. Bahkan dikatakan pula belum ada penangkal obat.
Masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Arabia Peninsula dan sekitarnya, karena World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tidak akan mengeluarkan surat travel warning tentang kesehatan kepada negara-negara yang terkait dengan MERS-Cov.
Namun, hal yang perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan bepergian ke negara-negara tersebut, yaitu jika terdapat demam dan gejala sakit pada saluran pernapasan bagian bawah, seperti halnya: batuk, atau sesak napas dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, segera periksakan ke dokter.
Bukan MERS dan Flu Burung, Virus Misterius dari China Sebabkan Kematian, Dunia Waspada
Virus misterius dari China bernama coronavirus dan diberi nama 2019-nCoV sedang menuai perhatian dunia.
Virus misterius itu dilaporkan sudah merenggut korban jiwa.
Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana virus itu menyebar.
Maria Van Kerkhove, penjabat kepala unit penyakit yang baru muncul dari WHO, mengatakan dalam konferensi pers bahwa investigasi awal penyebaran coronavirus sedang berlangsung.
Menurut dia, virus tersebut kemungkinan bisa bertransmisi antar manusia secara terbatas, misalnya dalam keluarga.
"Tetapi sangat jelas sekarang bahwa kita tidak memiliki transmisi manusia-ke-manusia yang berkelanjutan," ujarnya.
Salah satu contoh dari pasien yang terkena virus ini dari manusia lain adalah seorang istri dari pekerja di pasar makanan laut di Wuhan.
Untuk diketahui, banyak dari penderita penyakit ini yang terinfeksi karena pernah bekerja atau sering mengunjungi pasar makanan laut tersebut.
Namun, wanita tersebut tidak mengunjungi pasar dan ikut jatuh sakit beberapa hari setelah suaminya didiagnosis dengan 2019-nCoV.
Berdasarkan kasus tersebut, pejabat di Cina menyimpulkan bahwa sang suami telah menularkan virus kepada wanita itu.
Namun, penting untuk dicatat bahwa ratusan orang, termasuk petugas kesehatan, telah melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi tanpa tertular virus.
Sementara itu, jumlah orang yang meninggal akibat virus ini telah naik menjadi dua orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-virus.jpg)