Selasa, 14 April 2026

Bantah Pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, Warga: Tanjung Priok Sekarang Modern, Aman dan Humanis

Warga membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok daerah yang identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Koordinator aksi unjuk rasa Kemal Abubakar. Warga Tanjung Priok membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kemenkumham, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

Mereka tidak terima dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok daerah yang identik dengan kriminalitas dan kemiskinan. 

Koordinator aksi, Dimas dalam aksi tersebut membantah pernyataan yang disampaikan politisi PDIP itu ketika berada di  di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020) lalu.

Dilansir TribunJakarta.com, menurutnya, Tanjung Priok bukan sarang kriminal seperti yang dikatakan Menkumham Yasonna Laoly.

Menurutnya, Tanjung Priok sangat terbuka bagi para pendatang dari wilayah lain.

Ia pun menyayangkan pernyataan Yasonna yang menyebut Tanjung Priok sarat akan kriminal dan kemiskinan.

"Bayangkan kalau pernyataan Pak Yasonna dilihat pengusaha, orang yang mau melamar kerja di Priok, pasti mereka pikir-pikir," ujarnya.

Hingga pukul 12.45 WIB, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang masih berunjuk rasa sambilmembentangkan spanduk dan poster.

Puluhan petugas kepolisian masih berjaga dengan membentuk barikade.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Massa Aksi Geruduk Kemenkumham: Tanjung Priok Sekarang Modern, Aman, dan Humanis

Beri Waktu 2x24 Jam untuk Minta Maaf

Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), digeruduk massa.

Ratusan orang yang mengaku warga Tanjung Priok, Jakarta Utara itu berunjuk rasa terkait ucapan Menkumham Yasonna Laoly.

Ratusan warga Tanjung Priok menuntut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta maaf secara terbuka.

Tuntutan itu merupakan buntut dari pernyataan Yasonna yang menyebut Tanjung Priok sebagai tempat kumuh dan sumber kriminal.

Setelah sekitar tiga jam berunjuk rasa, 15 orang perwakilan massa aksi diizinkan masuk ke Gedung Kemenkumham untuk berdialog.

Namun, Kemal menyebut tidak ada dialog dan pihaknya hanya menyampaikan tuntutan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved