Bantah Pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, Warga: Tanjung Priok Sekarang Modern, Aman dan Humanis
Warga membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok daerah yang identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.
"Kami tidak berhasil bertemu (dengan Yasonna). Tidak ada dialog di dalam. Jadi kami beri target 2x24 jam untuk meminta maaf," ujarnya.
Pantauan TribunJakarta.com pukul 13.40 WIB, ratusan orang masih berunjuk rasa sambil membentangkan spanduk dan poster.
Sementara itu, puluhan petugas kepolisian masih berjaga dengan membentuk barikade.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Dalam 2X24 Jam, Massa Geruduk Kantor Yasonna Minta Menkumham Minta Maaf Labeli Negatif Tanjung Priok
Tetap demo meski diguyur hujan
Hujan deras tak menyulutkan keinginan mereka untuk terus berunjuk rasa.
"Tanjuk Priok, Tanjung Priok, Tanjung Priok," teriak massa aksi, Rabu (22/1/2020).
Seorang orator yang berdiri di atas mobil komando juga meminta peserta aksi untuk tidak berteduh.
"Anak Priok tidak takut air. Jangan ada yang berpencar kawan-kawan," ujar orator tersebut.
Unjuk rasa ini adalah buntut dari pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang dianggap menghina warga Tanjung Priok.
"Kami resah dengan statement Pak Yasonna bahwa ada tempat dengan angka kriminal tinggi, yaitu Priok," kata Dimas selaku Koordinator aksi.
Massa aksi pun meminta Yasonna mengklarifikasi pernyataan dan meminta maaf secara terbuka.
"Kalau stigma itu tidak dicabut, warga Priok akan sangat dirugikan," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Diguyur Hujan, Warga Tanjung Priok Jakarta Selatan Lanjutkan Unjuk Rasa di Depan Kemenkumham
Polisi siagakan aparatnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/koordinator-aksi-warga-tanjung-priok-di-kemenkumham-kemal-abubakar.jpg)