Sering Ceramah Poligami, Ustad Das'ad Latif Perkenalkan Sosok Istri dan 2 Alasan Tak Poligami
Ustad Naurah, 1 Desember 2012 lalu. Kala menikah usia Dasad 41 tahun. Sementara istrinya masih 16 tahun.
BATAM, TRIBUN-BATAM.id -- DAI kondang asal Makassar, Ustad Dr H Das'ad Latif S.Sos, SAg, MSi, PhD (47), kerap menyuarakan poligami dalam ceramah-ceramahnya.
Bukan sebagai tema utama, poligami hanya dijadikan pemantik dan penghalau kejenuhan ikhwal materi ceramah yang serius.
"Ini hanya gaya komunikasi," ujar dosen ilmu komunikasi di Unhas, Makassar ini, kepada Tribun.
Ihwal isu poligami ini, momen saat menyampaikan ceramah di hajatan HIPMI di Jakarta, Kamis (16/1/2020) lalu, Presiden Joko Widodo pun dia buat tertawa.
• Di Depan Jokowi dan Pengusaha, Ustad Das’ad Ingatkan Jangan Hianati Istri
Meski kerap menyinggung poligami, ternyata sang ustad, masih setia dengan istri yang dia nikahi 8 tahun lalu.
"saya kan dikenal ustad yang selalu cerita poligami, nah jadi saya ingin perkenalkan istriku," ujar Das'ad kepada Tribun, Rabu (22/1/2020) membenarkan klip video perkenalan istrinya ke publik, akhir Desember 2019 lalu.
• Antisipasi Virus Corona, KKP Batam Siagakan 2 Thermal Scanner di Pelabuhan Batam Centre
Dalam catatan Tribun, inilah kali pertama Das'ad memperkenalkan sang istri secara terbuka di kampung halamannya.
Saat pengukuhan doktor ilmu syariah di IAIN Alauddin Makassar, tahun 2018 lalu, sekilas Das'ad juga memperkenalkan sang istri di hadapan dewan penguji disertasi doktornya.
BACA: Istri Das'ad Latif Jadi Perhatian di Promosi Doktor
Das'ad yang berada di panggung acara peresmian masjid mulai memperkenalkan sang istri dengan memanggil putrinya, naik ke panggung.
"Ecce, mana Ummi Nak, ayo panggil kesini," kata mantan calon wakil wali kota Makassar, 2014 ini.
Kata Ummi untuk menyebut nama sang istri, Hj Naurah Shiddiqiah Binti Nasrun Hamdat.
Masjid itu, kata Das'ad, diperuntukkan bagu ibu dan mendiang ayahnya.
"Itu murni dari hasil ceramah saya," ujar dosen yang kini fokus untuk menjadi guru besar, seperti amanat sang ibu.
Sedangkan kata Ecce, adalah sapaan khas Bugis bagi anak perempuan. "Namannya juga Naurah Nadzirah, saya pakai Ecce biar ketahuan dia dari Bugis," ujar Ketua Ikatan Dai Muda Sulsel ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ustad_dasad_istri.jpg)