Rabu, 22 April 2026

Pelajar SMP di Solo Dikeluarkan dari Sekolah Setelah Konsumsi Rokok Vape

Seorang siswa SMP Kalam Kudus Solo berinisial Y dikeluarkan dari sekolah karena mengisap rokok elektrik (vape) di luar lingkungan sekolahnya.

Tribunsolo.com/Ryantono Puji Santoso
Suasana di SMP Kalam Kudus Solo, Jumat (24/1/2020). Seorang pelajar dikeluarkan dari sekolah karena menginsumsi rokok elektrik (vape) di luar lingkungan sekolah. 

Mereka menegaskan, sejak dahulu aturan di Kalam Kudus memang sudah ketat agar siswa tidak berani mencoba hal negatif.

NGERI! Rokok Vape Meledak, Membakar Rumah dan Menewaskan Pemiliknya. Begini Kronologinya

Aturan harus ditegakkan agar anak bisa disiplin. Sementara dalam tata tertib sekolah, merokok termasuk hal yang disikapi keras baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Merokok disikapi keras oleh SMP Kalam Kudus lantaran merokok bisa dimasuki tawaran lainnya.

"Itu masuk pelanggaran kategori D yakni sangat berat," ucap Riana.

Hasil Penelitian, Rokok Vape Tingkatkan Risiko Jantung Dalam 1 Bulan

Sebuah penelitian terbaru di Inggris menemukan kesimpulan bahwa rokok vape (rokok elektrik) mempercepat secara signifikan risiko penyakit jantung hanya dalam satu bulan.

Rokok vape adalah rokok elektronik hasil inovasi rokok konvensional menjadi rokok modern.

Rokok vape diklaim sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap.

Namun, hasil penelitian terbaru menemukan bukti sebaliknya.

Penemuan mencengangkan itu dipublikasikan di Reuters, Jumat (15/11/2019).

Baca: Resmi! Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Jadi 23 Persen Mulai 1 Januari 2020

vape001Penelitian Terbaru, Rokok Vape dengan Cepat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hanya Dalam 1 Bulan. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Dalam hasil studi yang kemungkinan akan diteliti secara cermat oleh spesialis kesehatan di seluruh dunia, para ilmuwan Inggris menemukan bahwa perokok yang beralih ke vape yang mengandung nikotin menunjukkan peningkatan yang nyata pada fungsi pembuluh darah mereka.

"Dengan beralih dari rokok ke e-rokok kami menemukan peningkatan persentase poin rata-rata 1,5 hanya dalam satu bulan," kata Jacob George, seorang profesor kedokteran kardiovaskular dan terapi di Universitas Dundee Inggris, mengungkapkan hasil penelitiannya.

"Dan untuk memasukkannya ke dalam konteks, setiap peningkatan persentase poin dalam fungsi vaskular menghasilkan penurunan 13% dalam tingkat kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung."

Yakub menekankan, bagaimanapun, bahwa penelitian ini melihat vaping secara khusus dibandingkan dengan merokok tembakau, yang menyebabkan kanker paru-paru dan kanker lainnya dan secara tajam meningkatkan risiko stroke mematikan, serangan jantung dan banyak penyakit kardiovaskular lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved