HUMAN INTEREST

PERNAH Dapat Rp 300 Juta Sehari, Basri Sebut Ikan Dingkis Harta Karun di Lautan Saat Imlek

Perayaan Imlek menjadi momen bagi nelayan di Kecamatan Belakang Padang, Batam untuk mengumpulkan rezeki nomplok dengan cara berburu ikan dingkis.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Nelayan berburu ikan dingkis di Pulau Pecong, Belakang Padang, Batam 

Masih lanjut dia, itu baru harga dari nelayan ke penampung. Kalau kita yang jual langsung ke Singapura bayarnya pakai dolar.

Hanya nelayan seperti kami ini tak bisa jual langsung kesana. Sebab, kalau kami yang langsung jual ke Singapura harga bisa turun, karena kami kan tak punya name disana, katanya.

Sembari duduk di atas kelong ikannya ia menyebutkan, bahwa kalau diluar dari momen hari perayaan Imlek, ikan dingkis hanya senilai Rp 25 ribu per kg nya.

Maka untuk itu, semua nelayan yang ada di Batam, khususnya di Kepri pasti berburu dingkis harta karun.

"Inilah momen kami sebagai nelayan untuk mengubah nasib, sebab momen ini hanya datang setahun sekali. Jadi 3 hari sebelum Imlek kami akan berupaya ekstra memburu dingkis," katanya.

Bahkan, kata dia, pengalaman tahun sebelumnya dari hasil tangkapan ikan Dingkis dapat membuatnya mengubah kondisi ekonomi yang kian sulit.

"Tahun lalu, pernah 100 kg ikan dingkis dalam sehari saya dapat dan waktu itu dapat harga Rp 300 ribu. Jadi waktu itu nimbangnya sampai 3 jam. Kalau ditanya rezekinya, waduh.. jangan tanya bang.. Dapat duit bak harta karun. Bisa tembus 300 juta, itu hanya satu hari loh," ungkap Zulkifli sembari mengumpulkan ikan tangkapannya dari kelong ditemani dua rekannya.

Namun cerita berburu ikan Dingkis tidak selamanya nikmat, dan keuntungan tak berpihak pada semua nelayan.

Bayangkan jika seorang nelayan harus mampuh menahan teriknya matahari dan guyuran hujan menjaga kelong.

Suryadi (45) nelayan Pulau Pecong Kelurahan Pecong, Belakang Padang, itu mengaku berburu ikan Dingkis tidak selamanya untung.

"Sehari jaga kelong namun dapat hanya segini, pasang tiang kelong sebulan," ucapnya sembari memperlihatkan hasil tangkapan kelong yang hanya beberapa ekor.

Kadang iya begitu lah, lihat ni saya sudah seharian duduk menunggui ikan Dingkis masuk namun hanya berapa ekor saja yang dapat.

"Mungkin ini belum rezeki saya ya," katanya.

Kata dia, kondisi cuaca dan musim juga mempengaruhi tangkapan ikan dingkis.

"Kalau hujan ikan ini lebih dapat banyak, sebab kalau turun hujan itu musimnya dan para ikan dingkis keluar," ujarnya.

Kelong adalah alat perangkap ikan yang digunakan nelayan pesisir.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved