HUMAN INTEREST

PERNAH Dapat Rp 300 Juta Sehari, Basri Sebut Ikan Dingkis Harta Karun di Lautan Saat Imlek

Perayaan Imlek menjadi momen bagi nelayan di Kecamatan Belakang Padang, Batam untuk mengumpulkan rezeki nomplok dengan cara berburu ikan dingkis.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Nelayan berburu ikan dingkis di Pulau Pecong, Belakang Padang, Batam 

Kelong biasanya dibangun dari kayu libung, kayu khusus yang berbentuk pipih, tapi kokoh.

Bentuk kelong menyerupai huruf Y.

Bila rombongan ikan sudah memasuki mulut kelong, nelayan bersiap untuk menutup pintunya.

Terdapat 3 pintu yang dilalui ikan, sebelum masuk ke dalam jaring-jaring nelayan.

Bahkan, cerita Siti (42) seorang istri nelayan mengaku pada momen tersebutlah ia dapat membeli berbagai barang berharga milik keluarga.

"Dari hasil penjualan ikan dingkis di momen Imlek bisa terbilang jadi kaya mendadak lah, suami saya bisa dapat penghasilan daam sehari ratusan juta," ujarnya usai menyediakan hidangan makan siang.

Kata dia, momen seperti ini akan dia manfaatkan untuk membeli perlengkapan rumah dan membiayai uang sekolah anak.

"Selebihnya perbaiki sampan pompong, dan kalau masih ada sisa uang beli motor baru," katanya.

Masih kata Basri semua ikan yang dikumpulkan itu, akan dia antarkan langsung ke Singapura lewat pelabuhan belakang padang.

"Nanti kan dicek Bea Cukai Belakang Padang dulu, baru malamnya kami jual ke sana," ujarnya. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved