Senin, 11 Mei 2026

Dampak Virus Corona, Kunjungan Wisman Berkurang Reservasi Hotel di Batam Dibatalkan

Sejumlah reservasi hotel di Batam terkena imbas dari kemunculan Virus Corona. Wisatawan mancanegara (wisman) berkurang, pemesanan hotel dibatalkan.

Tayang:
Instagram/reddoorzid
Ilustrasi kamar hotel di Batam. Sejumlah reservasi hotel di Batam terpaksa dibatalkan akibat kabar Virus Corona yang menyerang sejumlah negara. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keberadaan Virus Corona yang dialami sejumlah Negara mulai berimbas pada perekonomian di Kota Batam. Sejumlah hotel yang sebelumnya telah direservasi dilaporkan dibatalkan. 

Ketua Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak mengatakan, sejak merebaknya virus Corona di Wuhan Cina kunjungan wisman dari negara tersebut berkurang.

"Ada beberapa reservasi yang di batalkan," ujar Tupa saat dihubungi TribunBatam.id, Minggu (26/1/2020).

Tupa menjelaskan kejadian virus Corona tersebut merupakan force majeure yang tidak bisa diprediksi.

"Kejadian force majeure ini seperti Gempa, bencana Alam atau peperangan yang tidak bisa diprediksi," ujarnya.

Tertular Lewat Kontak Mata 

Seorang petugas medis ternama di China mengungkapkan, Virus corona yang menyerang pernapasan dapat ditularkan melalui mata.

Pengakuan Wang Guangfa, petugas medis itu mengejutkan.

Wang Guangfa adalah tokoh populer dalam dunia medis Negeri "Panda", di mana dia membantu mengatasi wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2003.

Dilansir SCMP dan Daily Mirror Jumat (24/1/2020), Wang Guangfa menyatakan terkena virus itu saat mengunjungi Wuhan dua pekan lalu.

Kota yang terletak di Provinsi Hubei tersebut merupakan asal muasal penyebaran patogen baru dengan kode 2019-nCov itu.

Pernah Isolasi Pasien Virus Mers, RSUD Muhammad Sani Siapkan 2 Ruang Khusus Pasien Virus Corona

Cek Laboratorium Hingga Jakarta, Ini Prosedur KKP Karimun bila Penumpang Terindikasi Virus Corona

"Saya punya energi untuk berselancar di WeChat, internet, maupun pesan teks, di mana saya tersentuh dengan doa dan harapan semua orang," paparnya.

Wang menuturkan, dia meyakini terkena penyakit yang mirip SARS itu melalui penularan di mata karena tidak mengenakan pelindung lengkap.

Dia mengungkapkan saat kejadian, dia sudah memakai masker N95 dan pakaian pelindung.

"Tapi saya segera menyadari tidak memakai pelindung mata," ujarnya.

Usai pulang dari Wuhan dan kembali ke Beijing, Wang menceritakan mulai menderita konjungtivis di bagian mata kirinya.

Sekitar tiga jam kemudian, dia mengaku menderita demam dan radang selaput lendir yang parah.

Dia menuturkan awalnya sempat mengira menderita flu.

Dia memutuskan untuk mencoba tes virus corona setelah pengobatan flu tidak berhasil, di mana hasilnya adalah positif.

Menyebar Cepat, Hingga Minggu (26/1) Siang, Virus Corona Sudah Ditemukan di 13 Negara

Coki Pardede Kembali Tuai Hujatan Akibat Tweet Virus Corona, Chef Arnold Ikut Berkomentar

Wang kemudian mengajukan asumsi, bahwa salah satu penularan patogen yang sudah menyebar hingga 12 negara itu adalah melalui mata.

Menindaklanjuti klaim Wang, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional China Li Lanjuan menyatakan, tim medis yang merawat pasien harus mengenakan goggle.

Wang sempat mendapat hujatan setelah dua pekan lalu, dia menyebut penyebaran virus tersebut sudah bisa dikendalikan.

Namun, dia sendiri jatuh sakit, dengan penyakit itu sudah membunuh 41 orang, dengan sebagian besar terjadi di Wuhan maupun Provinsi Hubei.

Wang bersikukuh, penyakit itu bisa diatasi. Namun dibutuhkan kerja ekstra dikarenakan situasi di Wuhan berbeda dengan area lain.

Dia berkata, langkah pemerintah pusat dengan menutup Pasar Hasil Laut Huanan, diyakini sebagai sumber pertama penyebaran virus Wuhan, sudah tepat.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa virus sudah bisa diidentifikasi, di mana prosesnya lebih cepat dibanding saat penanganan SARS.

Dokter Liang Wudong Meninggal Dunia Setelah Tangani Pasien yang Terjangkit

Liang Wudong meninggal dunia setelah menangani pasien yang terjangkit virus corona di China.

Liang Wudong adalah seorang dokter di Wuhan cina dikabarkan meninggal dunia setelah merawat pasien yang terpapar virus corona.

Dilansir Tribun Manado.co.id dari China Global Times, pada Minggu (26/1/2020), dokter bernama Liang Wudong (62) dikabarkan tutup usia.

Dokter Liang Wudong meninggal setelah wabah virus corona memicu terjadinya serangan jantung pada dirinya.

Dokter Senior di China itu diketahui sebagai tenaga medis pertama yang meninggal karena mengatasi virus corona.

Selain Liang Wudong, sebelumnya juga telah ada dokter lain yang terpapar dan meninggal dunia. Ia adalah dokter, Jiang Jijun (51).

Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah Jiang jihun benar benar meninggal karena terpapar virus corona atau yang lainnya.

Para Tenaga medis di wilayah Wuhan dikabarkan sampai kekurangan tenaga.

Dikutip dari pemberitaan Tribun Wow dari  China Global Times, oleh karena itu, dinas kesehatan setempat sampai meminta bantuan dari pemerintah pusat.

Dikabarkan, pemerintah Cina telah meningkatkan upaya untuk memerangi epidemi tersebut dengan mengirim 1.200 tenaga medis tambahan ke Wuhan.

Akibat Virus Corona, China Mulai Batalkan Kunjungan Turis ke Batam

Link Peta Penyebaran Virus Corona di Dunia, Update Informasi Jumlah yang Terjangkit

Kementerian kesehatan Cina juga telah memerintahkan langkah-langkah nasional untuk mengidentifikasi dan segera mengisolasi wilayah tersebut.

Pemerintah China mengisolasi wilayah tersebut dengan memutus akses kereta api, pesawat terbang dan bus.

Pasalnya jumlah kematian sampai saat ini dikabarkan terus meningkat.

Tercatat, korban meninggal sejauh ini teketahui sebanyak 41 orang.

Sedangkan jumlah korban terpapar diketahui telah mencapai 1.300 jiwa.

Isolasi yang dilakukan pemerintah China terhadap akses transportasi umum tersebut juga dilakukan bukan tanpa alasan.

Pasalnya, persebaran virus corona diketahui juga berasal dari interaksi di kendaraan umum.

Sejumlah stasiun, terminal, dan bandara di kota Wuhan saatini dikabarkan telah ditutup.

Selain penambahan tenaga medis reguler, pemerintah China juga dikabarkan mengirimkan 450 petugas medis militer.

Di samping itu, pemerintah China juga tellah mengirimkan 1.000 fasilitas tambahan berupa tempat tidur darurat bagi pasien terinfeksi.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah cina di antaranya, mengerahkan tenaga kepolisian untuk menjaga perbatasan agar virus tersebut tidak menyebar ke luar daerah.

Selain itu bahkan tempat tempat wisata terkenal seperti Tembok Raksasa China dan Disneyland di Shanghai juga telah ditutup.(TribunBatam.id/Alamudin) (China Global Times/Tribun Manado.co.id/TribunWow.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved