Minggu, 19 April 2026

Dugaan Penyebaran Virus Corona, Babi Mati Diawetkan 30 Tahun, Harga Dagingnya Hingga Rp 2 miliar

Salah satu babi yang digantung hingga 30 tahun misalnya, dijual seharga 200.000 dollar AS atau sekitar Rp2 milliar.

Kolase Sripoku.com
Dugaan Penyebaran Virus Corona, Babi Digantung Selama 30 Tahun, Kuliner Ekstrem Harganya Rp 2 miliar / Foto Toutiao, Kuliner Ekstrem Harganya Rp 2 miliar / Foto Toutiao 

Dugaan Baru Penyebaran Virus Corona, Bangkai Babi Diawetkan Selama 30 Tahun, Harganya Rp 2 miliar

TRIBUNBATAM.id -  Penyebaran virus Corona yang menjalar dari kota Wuhan di China ke sejumlah kota lain di negara itu dan kini meluas ke sejumlah negara di dunia terus menjadi sorotan.

Ini karena virus ini amat mematikan dan sudah membunuh puluhan korbannya secara tiba-tiba setelah terinfeksi.

Hingga kini, vaksin maupun obat untuk virus yang menyebabkan peradangan paru-paru itu pun belum tersedia.
Dugaaan sementara penyakit ini disebabkan kuliner ekstrem yang sering menjadi santapan orang Tiongkok.

Berbicara mengenasi kuliner ekstrem mungkin Anda perlu tahu salah satu kuliner ekstrem satu ini daging babi yang digantung selama 30 tahun.

Bayangkan daging yang diawetkan selama bertahun-tahun tanpa kulkas bagaimana ya bentuknya?

Tentu saja, daging itu bagi kita umumnya sudah tidak layak untuk dimakan.

Namun hal itu berbeda dengan tradisi di Tiongkok ini di mana daging busuk ini justru bernilai fantastis.

Mengutip Feedy TV, di Zhaba, Sinchuan, Tiongkok, daging babi busuk yang digantung ini, adalah simbol kekayaan.

Semakin lama babi itu digantung, semakin mahal harganya, dan semakin kaya pemiliknya!

Salah satu babi yang digantung hingga 30 tahun misalnya, dijual seharga 200.000 dollar AS atau sekitar Rp2 milliar.

Uniknya, daging babi ini benar-benar dimakan.

 
Meski daging busuk harganya mencapai Rp2 miliar
Feedy TV
Meski daging busuk harganya mencapai Rp2 miliar

Itu artinya mereka sangat menghormati dan mencintai Anda.

Sebelum digantung, babi ini disiapkan dengan cara yang sangat rumit.

Pertama, mereka menggunakan tali untuk mengencangkan leher babi, lalu memotong lubang kecil di perut babi.

Setelah itu, baru melepaskan semua organnya, dan mengantinya dengan gandum untuk dimasukan ke dalam perut babi.

Gandum di dalam perut babi.
Feedy TV
Gandum di dalam perut babi.
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved