Dugaan Penyebaran Virus Corona, Babi Mati Diawetkan 30 Tahun, Harga Dagingnya Hingga Rp 2 miliar
Salah satu babi yang digantung hingga 30 tahun misalnya, dijual seharga 200.000 dollar AS atau sekitar Rp2 milliar.
Setelah itu, mulut babi dijahit, kemudian diisi udara sampai tubuhnya bengkak.
Lalu, mereka menggunakan tanah liat merah di sekitar tubuh babi lalu memanggangnya, setelah itu baru menggantungnya.
Masyarakat setempat mengatakan, bahwa semakin banyak babi yang ada di rumah dan berusia 20-30 tahun membuktikan keluarga itu sangat kaya.
Tapi babi busuk ini telah diawetkan selama lebih dari 10 tahun, lantas bagaimana mereka mengonsumsinya?
Ternyata dagingnya tidak sembarangan diolah namun mereka harus direndam terlebih dahulu di dalam air panas sebelum kemudian memakannya.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Dugaan Penyebaran Virus Corona, Babi Digantung Selama 30 Tahun, Kuliner Ekstrem Harganya Rp 2 miliar
Virus tersebut diduga berasal dari kelelawar dan ular berjenis krait dan kobra. Virus dapat berpindah dari hewan ke manusia yang berada dalam satu area yang sama.
Virus ini diduga bermula dari Pasar Wuhan yang terkenal menjual banyak sekali jenis hewan, salah satunya kelelawar.
Baru-baru ini, viral video yang menampilkan perempuan asal China menyantap sup kelelawar.
“Seorang perempuan pemakan kelelawar asal China...” tutur pemilik akun Twitter @Byron_Wan yang unggahan videonya pada Kamis (23/1/2020) lalu viral di media sosial.
A bat(-eating) woman from China... pic.twitter.com/D8JNvClxy4
— Byron Wan (@Byron_Wan) January 23, 2020
Melalui video sepanjang 11 detik tersebut, tampak perempuan itu menggigit sayap kelelawar sembari mengapit tubuh hewan dengan sumpit. Hingga berita ini ditulis, video sudah ditonton lebih dari 13.000 penonton.
Melansir New York Post, seorang pria dari balik video terdengar mengucapkan kata-kata “Makan dagingnya! Jangan makan kulitnya. Kamu harusnya memakan daging di bagian belakang kelelawarnya”.
Sup kelelawarSebelum viral di Twitter, video tersebut sebelumnya diunggah pertama kali Rabu (22/1/2020) lalu oleh sebuah media Hong Kong bernama Apple Daily.
Dilansir dari The Sun, sup kelelawar merupakan salah satu hidangan khas China yang populer di beberapa daerah di China termasuk Wuhan.
Cara memasak sup kelelawar ini, biasanya dengan langsung merebus. Kelelawar dimasak dalam kuah berkaldu dalam kondisi utuh.
Simbol kebahagiaan
Mengutip buku “Strange Food” (1999) yang terbitan Tuttle Publishing, penulisnya Jerry Hopkins mengungkapkan bahwa terdapat sebuah kepercayaan bahwa dengan memakan kelelawar, kesuburan seseorang akan semakin bertambah.
Tidak hanya itu, kelelawar juga dianggap dapat meningkatkan kesempatan untuk hidup lebih lama dengan bahagia. Di kebudayaan China sendiri, ada kepercayaan terkait simbol lima kelelawar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27-1-2020-babi-gantung-penyebab-virus-corona.jpg)