Direktur Badan Usaha Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) dr. Sigit Riyanto menyebutkan, meski virus Corona menjadi perhatian, namun angka kematian lebih tinggi berasal dari Virus SARS dan MERS. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Keganasan Virus Coronavirus (nCoV) lebih rendah jika dibandingkan dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS).
Angka kematian penderita nCoV hanya mencapai 3 hingga 4 persen, MERS 90 persen dan SARS 70 persen.
Ini diungkapkan Direktur Badan Usaha Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) dr. Sigit Riyanto.
"Kami sudah mendapat imbauan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa yang terjadi itu lebih rendah virulensinya dibandingkan SARS. Angka kematiannya hanya 3 hingga 4 persen. Artinya walaupun kita harus waspada tetapi tidak seganas SARS ataupun MERS," ujarnya saat melakukan peninjauan alat pendeteksi nCoV di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Senin (27/1/2020).
Sejauh ini, korban yang meninggal akibat terinfeksi Virus Corona hanya di Wuhan, Provinsi Ubei, China saja. Mereka yang dilaporkan meninggal dunia mayoritas meninggal di usia tua dan sudah terkena sakit sebelumnya.
Virus Corona ini, lanjutnya, menyerang orang yang daya tahan tubuhnya rendah. Namun bukan berarti masyarakat tak waspada, melainkan harus waspada dan tak perlu panik.
"Artinya kalau kita masih sehat jaga kesehatan. Maka Insy Allah kita bisa menangkal virus itu. Itu arahan dari Kemenkes," ujar dr. Sigit.
Ia menambahkan World Health Organization (WHO) tidak mengatakan Virus Corona ini emergency internasional. Terpenting bagi masyarakat adalah jaga kebersihan.
"Pertama kebersihan tangan dengan cuci tangan, daripada pakai masker setiap hari lebih baik cuci tangan sering-sering. Masa inkubasi 7 hingga 14 hari," ujarnya.
Kadinkes Batam: Jangan Panik
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait Virus Corona yang menjadi perbincangan publik.
Meski tidak ada imbauan khusus, pihaknya meminta agar masyarakat tetap waspada dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.
"Himbauan khusus tidak ada. Kami memberikan imbauan sesuai dengan surat edaran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," kata Didi.
Didi mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari IDI, terdapat tiga hal dan 6 saran yang perlu diperhatikan masyarakat agar terhindar dari terjangkitnya virus Corona.
Berikut Saran dan Imbauan yang disampaikan IDI.
1. Masyarakat jangan Panik 2. Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala deman, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan kerumah sakit. 3. Melakukan dan meningkatkan gaya Hidup sehat yakni:
a. Terutama menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi publik, caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan dapat menggunakan sanitizer/Alkohol 70 -80 persen.
b. Hindari mengusap mata hidung dan mulut sebelum mencuci tangan
c. Menutup mulut dan hidung dengan tissu, ketika bersin dan batuk.
d. Gunakam masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketiga memiliki gejala saluran bernafas.
f. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal tiga kali perhari, dan makan makanan bergizi.
4. Saran saran
a. Hindari kontak dengan ornag yang sakit infeksi saluran pernapasan.
b. Sering mencuci tangan khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungan.
c. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar.
d. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan
e. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketiga didaerah outbreak, terutama dsman atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
f. Setelah kembali dari daerah outbreak konsultasi ke dokter jika terdapat gejala deman atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam angkat bicara terkait kedatangan wisatawan asal Shenzen, China ke Batam melalui Bandara Hang Nadim, Batam.
Menurutnya, kondisi sejumlah wisatawan itu tidak terdeteksi adanya indikasi terjangkit Virus Corona. Dilaporkan ratusan turis asal Shenzen, Tiongkok (China) berdatangan menuju Kota Batam via bandara beberapa hari lalu.
"Yang masuk via bandara sementara tidak ada yang demam," kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (26/1/2020).
Tak hanya itu, Didi mengatakan jika penyebaran virus ini dari negara tetangga, Singapura, juga terbilang masih aman.
"Dari pelabuhan laut pun sementara kita diuntungkan karena mereka (turis) telah dilakukan screening dulu di sana," ucapnya.
Sejauh ini pun menurutnya pemerintah masih belum memberikan peringatan terhadap penyebaran virus ini. Walau di beberapa daerah banyak masyarakat telah menolak kedatangan turis asal Tiongkok (China).
"Belum ada ya (warning)," tambahnya.
Bahkan menurutnya, beberapa thermal scanner juga telah disediakan di tiap sektor penting, baik bandara maupun pelabuhan.
Dia pun yakin jika warga Batam telah aware terhadap gejala dari virus berbahaya ini. "Himbauan dan edaran sudah diberikan," katanya.
RSUD Embung Fatimah Siapkan 2 Ruang Isolasi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kota Batam, Provinsi Kepri menyiapkan ruang isolasi dan dua dokter spesialis.
Ini dilakukan untuk mengantisipasi bila ada pasien yang terindikasi virus Corona. "Sebagai rumah sakit rujukan regional untuk Provinsi Kepri, kami siap memberikan pertolongan," kata humas RSUD Embung Fatimah, Nofi Minggu (26/1/2020).
Ruang isolasi dan dua dokter spesialis ini menurutnya dilakukan sesuai standar kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Nofi mengungkapkan, bila ada pasien yang terindikasi terpapar Virus Corona, pasien tersebut akan dirawat secara trpisah mulai dari pelayanan darurat sampai perawatannya.
Sampai saat ini kata Nofi, belum ada indikasi pasien yang terjangkit Virus Corona di RSUD Embung Fatimah.
"Penanganannya jelas khusus dan dirawat terpisah. Yang jelas standar pelayanan sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan," katanya.
Tinjau Ruang Isolasi Pasien Virus Corona di Batam Centre
Wali Kota Batam Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi meninjau ruangan di asrama haji, Batam Centre.
Ruangan ini rencananya akan digunakan sebagai kamar isolasi pasien terindikasi virus Corona apabila di rumah sakit sudah tidak memadai lagi.
Peninjauan ini dilakukan Rudi usai meninjau alat pendeksi dini virus corona di Pelabuhan Internasional Batam Centre.
Masih diikuti oleh seluruh OPD yang ikut meninjau Pelabuhan Internasional Batam Center. Seperti Direktur Pelabuhan, Direktur RSBP, Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dan lain sebagainya
PantauanTribunBatam.id, dalam satu kamar ini terdiri dari 4 tempat tidur berukuran single. Dilengkapi juga dengan bantal, selimut dan pendingin ruangan dan 1 unit kamar mandi.
"Untuk jumlah tempat tidur tergantung kebutuhan, ini ada 4 tempat tidur satu kamar, kalau butuh 5, kasih 5, butuh 10 kasih 10," ujar Rudi kepada awak media.
Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) KKP Kelas I Batam Romer Simanungkalit menyebutkan ruangan ini nantinya menjadi tanggung jawab KKP Kelas I Batam.
"Kamar yang kita pakai ini jadi tanggung jawab kami. Begitu selesai fase karantina, ruangan ini akan dibersihkan sesuai dengan standarnya, termasuk AC-nya juga," ujarnya.
Rudi sebelumnya meminta Kepala Bidang terkait untuk memeriksa secara khusus wisatawan mancanegara dari China.
Ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona ke Batam melalui Bandara Hang Nadim.
Diketahui, jadwal kedatangan via bandara yang berlokasi di Nongsa itu sebanyak 3 kali dalam sepekan, yakni Senin, Rabu serta Jumat.
"Saya titip kepada Kabidnya ini tolong diperiksa secara khusus karena masuknya via bandara. Tadi beliau sampaikan bahwa akan menambah petugas yang mengawasi," kata Rudi, Senin (27/1/2020).
Ditemui saat meninjau Pelabuhan Feri di Batam Centre, Rudi meminta agar dilakukan langkah cepat bila ditemukan sesuatu yang janggal, khususnya yang terindikasi VIrus Corona.
Ia menambahkan apabila ada ditemukan sesuatu yang janggal, Karantina Kesehatan, Direktur Rumah Sakit dan Pelabuhan segera ditangani khusus.
Rudi mengaku bersyukur sejauh ini di Indonesia belum ada yang terjangkit virus Corona. Semuanya berasal dari luar negeri.
"Ruangan isolasi asrama haji kami siapkan untuk membantu kalau dibutuhkan untuk menampung mereka," ucapnya.
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada pemberitahuan secara resmi mengenai larangan masuknya wisatawan mancanegara dari China. Pihaknya pun sejauh ini masih memberikan toleransi.
"Kalau ada laporan khusus dari sana baru kita hentikan," katanya.
Mengenai kunjungannya ke Pelabuhan Feri di Batam Centre, Rudi ingin melihat secara rinci bagaimana sistem perekaman kepada pendatang yang masuk ke Batam.
Apabila suhu tubuh pendatang mencapai diatas 37 dan memasuki 38 derajat celcius berarti sudah merah dan ada pemeriksaan khusus.
"Alat ini hanya 1 alat yang mendeteksi awal saja. Para petugasnya tahu bahwa itu yang harus diperiksa kembali. Ada alat tambahan seperti periksa kepala dan lainnya, dokterlah yang tahu. Batam lagi membangun pariwisata. Maunya kita keduanya saling sinergi dan hidup. Wisata hidup, virus corona gak ada di Batam. Hari ini kami sama-sama turun ke lapangan. Saya ingin mendengar masukan langsung dari Karantina Kesehatan. Sejauh mana yang ditangani mereka," katanya.
Rudi berharap, pada deteksi dan pemeriksaan awal ini bisa menjaring mereka yang sudah terjangkit Virus Corona sendiri. Namun sejauh ini situasi di Batam bisa diatasi. Apalagi pendatang melalui Singapura.
"Kalau Singapura akan lebih ketat masuk ke negaranya ini," katanya.
Dalam tinjauannya, ia turut membawa beberapa pejabat Pemko dan BP Batam, seperti Direktur Pelabuhan, Direktur RSBP, Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dan lain sebagainya. Usai meninjau Pelabuhan, Rudi langsung melihat ruangan isolasi yang berada di Asrama Haji.
Penerbangan dari Shenzen, China ke Batam Dihentikan