PEMULANGAN WNI DARI WUHAN CHINA

Natuna di Bulan Februari: Musim Wajah Limau Purut Busuk

Pasukan yang mengawal 245 pasien dari Wuhan dari Kopasus TNI AD, Detasemen Jalamengkara (TNI-AL), dan Detasemen Bravo 90 (Satbravo) dari TNI-AL.

Natuna di Bulan Februari: Musim Wajah Limau Purut Busuk
dok_facebook
Kepulauan Natuna, kepri

Natuna di Bulan Februari: Musim Wajah Limau Purut Busuk

TRIBUN-BATAM.ID -- SELAMA dua pekan ke depan, Natuna akan menunjukkan peran sejatinya sebagai gugus pertahanan bangsa dan negara.

Sejak pangkalan militer dibangun di pulau terluar utara di Perairan Laut China Selatan, inilah kali pertama Pulau Bunguran Timur, akan menghadapi perang sejati melawan virus dari dataran China.

Bukan menghadapi invasi militer,  Natuna akan menjadi simbol perang sejati di era millennial . 

Perang melawan virus, dan menyelamatkan anak bangsa dan menguji ketahanan bangsa dan negara.

Ibarat menghadapi perang dan teror, operasi dan misi kemanusiaan sepenuhnya dikendalikan militer yang dikendalikan langsung dari Panglima TNI, kementerian kesehatan, dan kementerian luar negeri dari Jakarta.

Guna menjamin keselamatan para tim dari paparan virus ini, selama proses perjalanan dan evakuasi, para WNI akan dilayani dan dijamu oleh pasukan elite TNI dari Komando Operasi Khusus (Koopsus).

Anggota TNI melakukan kesiapan evakuasi WNI menggunakan pesawat milik TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (1/2). TNI AU menyiapkan tiga alutsista yang terdiri dari satu unit pesawat hercules tipe C-130 dan dua pesawat boing 737-400 untuk membawa WNI dari Batam menuju Natuna.
Anggota TNI melakukan kesiapan evakuasi WNI menggunakan pesawat milik TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (1/2). TNI AU menyiapkan tiga alutsista yang terdiri dari satu unit pesawat hercules tipe C-130 dan dua pesawat boing 737-400 untuk membawa WNI dari Batam menuju Natuna. (TRIBUNBATAM/ARGI)

Koopsus adalah pasukan elite terlatih dari 3 matra TNI, angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. Mereka adalah personel pilihan dari Kopasus TNI AD, Detasemen Jalamengkara (TNI-AL), dan Detasemen Bravo 90 (Satbravo) dari TNI-AL.

Misi kemanusiaan ini adalah misi pertama yang terekspos dari pasukan yang diresemikan Panglima TNI 30 Juli 2019 lalu ini.

Kabupaten Natuna, Provinsi Riau ditetapkan oleh pemerintah menjadi tempat transit sementara.

  • Lokasi Observasi (karantina) 250 WNI dari Wuhan, China, berada di Pulau Bunguran, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepri. Ini lokasi di ujung utara Nusantara
  • Batam (pulau berpenduduk 1,3 juta jiwa) hanya jadi tempat transit dan transfer ke 3 unit pesawat khusus ke Natuna. Proses +60 menit
  • Jarak Pulau Batam ke Natuna 565 km . Perjalanan udara 1 jam 45 menit dari Pulau Batam, pulau utama di Kepri
  • Area Observasi di Pangkalan Militer di Bunguran Utara, sekitar 6 km dari pemukiman padat penduduk
  • Rinai, Ibukota Kabupaten Natuna, adalah area pemukiman terbesar di Pulau Bunguran, berjarak sekitar 18 km dari Pangkalan Militer
  • Luas Pulau ini sekitar 1,720 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 20,800 jiwa.
  • Seluruh WNI yang dipulangkan sudah melalui rangkaian proses pemeriksaan kesehatan. Apabila terindikasi demam, WNI bersangkutan tidak boleh keluar dari Wuhan.
Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved