Warga Batuaji Serbu Apotek Beli Masker Sejak Kabar WNI dari Wuhan Singgah ke Batam
Permintaan masker di sejumlah apotek di Batuaji meningkat sejak evakuasi WNI dari Wuhan China, melalui Batam.
Selain itu, lanjut dia, penjual masker menyebutkan bahwa saat ini banyak Warga Negara Asing (WNA) khususnya asal Singapura yang membeli masker dalam jumlah yang banyak saat berwisata ke Batam. Kemudian dibawa ke negaranya.
"Katanya di sana (Singapura) juga makin sulit untuk cari masker," tuturnya.
Warga Batam Centre lainnya, Ijul menyebutkan karena susahnya mencari masker, ia menggunakan kain untuk menutup mulutnya. Hal ini sebagai antisipasi untuk mencegah virus corona.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi untuk mengorder masker dari Jakarta sebanyak mungkin. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan di Batam.
"Penjualan masker mulai langka. Saya sudah perintahkan Didi minta dikirim dari Jakarta. Kalau masker tak ada hindari interaksi dengan orang yang batuk dulu," kata Rudi singkat sembari meninggalkan lokasi.
Terkait dengan kondisi stok masker ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho mengakui. Informasi kelangkaan masker diakui, diperoleh dari pemilik apotik, yang biasa menjual.
"Iya, tadi tanya orang apotik di Batuaji, katanya kosong. Habis diborong warga," tutur Tumbur.
Tumbur meminta agar Pemko Batam, melalui Dinas Kesehatan, untuk membantu para apotek dan rumah sakit di Batam, memiliki stok masker.
"Kami minta pemerintah memperhatikan kondisi ini. Stok ini penting saat ini, karena penyebaran virus Corona, belum bisa diatasi," katanya.
Apalagi, lanjutnya, Batam saat ini berdekatan dengan Singapura. Di Singapura sendiri diberitakan media-media diakui ada peningkatan penderita virus Corona. Kondisi ini perlu diantisipasi, karena Batam sangat dekat dengan Singapura.
"Tiap hari, ribuan warga keluar dan masuk Singapura. Sehingga, kita butuh langkah antisipasi dengan masker," imbau Tumbur.
Anggota DPRD Batam Bereaksi
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho angkat bicara melambungnya harga masker di Kota Batam.
Dari penuturan sejumlah apoteker dan warga, masker dibeli untuk dibawa ke Singapura dan Malaysia.
"Infonya kesana (Singapura dan Malaysia). Secara aturan, tidak ada yang bisa melarang dibawa keluar kalau hanya 1 pack ," ujar Tumbur kepada TribunBatam.id, Minggu (2/2/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pembelian-masker-di-batuaji-dan-sagulung-meningkat.jpg)