Kamis, 7 Mei 2026

VIRUS CORONA

Akhirnya Bupati Natuna Angkat Bicara soal Penempatan WNI dari Wuhan

Hamid Rizal akhirnya mengungkap alasan pemerintah pusat menempatkan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) menjalani proses masa observasi di Natuna

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Bupati Natuna, Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna, Andes Putra memberikan keterangan saat jumpa pers terkait penempatan WNI dari Wuhan, China di Ranai, Natuna, Kamis (6/2/2020) 

Pantauan TribunBatam.id, Senin (03/02/2020) pagi, di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna ratusan masyarakat yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa memenuhi halaman kantor DPRD.

Mereka menolak Natuna sebagai tempat observasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China Minggu (2/2/2020) kemarin.

"Kami meminta pemerintah segera menarik ratusan WNI yang ditempatkan di kampung kami, disini bukan tempat untuk penyakit," teriak orator Tiyan seorang mahasiswa STAI Natuna dengan suara lantang.

Teriakan itu pun sontak diikuti oleh ratusan demonstran lainnya. Aktivitas demonstrasi itu begitu riuh.

Mereka menggunakan alamamater kampus, tak kalah menarik ratusan demonstrasi baik ibu rumah tangga yang terlibat tak lupa menggunakan masker.

"Pemerintah tolong lah pikirkan kami warga Natuna. Kami tidak meminta mereka keluar Natuna, namun setidaknya mereka jangan ditempatkan di dekat permukiman warga. Setidaknya mereka diletak di KRI di sebuah pulau lah," ujar seorang warga lainnya, Nata.

Kata dia, WNI dari Wuhan yang menjalani observasi tidak jauh dari rumah yang ia tinggali.

"Tempat ratusan WNI itu di hanggar Bandara, tidak jauh dari permukiman warga. Terus tadi pagi mereka beraktivitas berolahraga, radius mereka tinggal kan sangat dekat," lanjut Nata yang tinggal di Penida, Ranai tidak jauh dari lokasi WNI di karantina.

Akibat hal itu, kata dia ratusan warga Penida, Ranai meninggalkan rumah masing-masing.

Berangkatkan Keluarga Jauh dari Lokasi Observasi

Warga Natuna memberangkatkan anaknya jauh dari lokasi observasi WNI dari Wuhan, Tiongkok.

Mereka khawatir dengan kabar virus Corona yang menjangkit di sejumlah negara di dunia.

Seperti diketahui, 237 WNI dari Wuhan diobservasi di area Bandara Lanud Raden Sajad, Ranai selama 14 hari.

Seorang warga Penagi, Ranai, Nata mengaku memberangkatkan anaknya ke Pulau Midai, jauh dari ibu kota Kabupaten Natuna itu.

Ketakutan itu tak hanya dirasakan Nata, juga warga lainnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved