VIRUS CORONA

3 Pesawat Milik TNI AU Disemprot Disinfektan di Natuna, Bakal Angkut Ratusan WNI Pulang ke Daerah?

3 unit pesawat evakuasi milik TNI AU yang sebelumnya mengangkut ratusan WNI dari Hubei, dilakukan penyemprotan disinfektan Selasa (11/2/2020) pagi ini

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan 1) Laksda Yudo Margono 

Tidak hanya Nathania, seorang warga observasi Sylvaniacarsila juga mengaku sudah menjalani proses kuliah online.

"Ada beberapa kampus yang mulai online belajarnya," tulis Sylva dalam pesan Whatsappnya.

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto saat jumpa pers di Jakarta, Senin (10/02/2020) menyebutkan bahwa selain permasalahan masa observasi, ratusan WNI yang diantaranya mahasiswa kini harus memikirkan proses masa perkuliahan.

Karena di Wuhan itu masa perkuliahan telah dimulai untuk semester ini, namun memang masih diterapkan secara online.

Bahkan ia menyebutkan beberapa mahasiswa kedokteran semester 8 sudah harus menjalani masa praktek.

"Jadi yang menjadi permasalahan mereka saat ini, bagaimana sponsor beasiswa mereka nantinya, jika proses masa karantina masih berlangsung hingga pulang ke rumah orang tua masing masing nantinya. Tentu akan memakan waktu," katanya.

Tembus Rp 1 Triliun

Kementerian Keuangan mempersiapkan dana siaga untuk penanganan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan ke Natuna.

Dana siaga ini dikeluarkan bila alokasi dana dari masing-masing kementerian tidak mencukupi untuk penanganan ratusan WNI yang kini menjalani masa observasi sejak Minggu (2/2/2020).

Dilansir Tribunnews.com, penanganan wabah virus Corona terhadap 238 WNI dari Wuhan di Natuna diprediksi mencapai Rp 1 Triliun.

"(Pascapenangangan) bisa (Rp 1 triliun), tapi maksud saya ini kan baru sebulan (wabah virus corona) ini," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani di kantornya, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Ia menjelaskan, penanganan di Natuna sekarang masih terus jalan, tentunya sumber dana dari masing-masing kementerian.

Anggaran tersebut, khususnya gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Tergantung siapa yang lakukan kegiatan, pasti Kemenkes. Kemudian ada TNI, ada BNPB kemarin dia bantu masker," katanya.

Sementara, jika dana tersebut kurang maka Kementerian Keuangan akan melakukan antisipasi melalui persetujuan Sri Mulyani untuk memberikan dana tambahan.

"Nanti kalau pilihan terakhir bisa. Saat ini dari pagu masing-masing, kurangnya itu nanti belakangan kan itu masih jauh," pungkas Askolani.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved