VIRUS CORONA
DAMPAK Virus Corona, Pintu Masuk Untuk TKA Asal China Ditutup, 30 Orang 'Terjebak' di Karimun
Pemerintah Kabupaten Karimun menutup pintu untuk kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk mencegah merebaknya virus corona.
DAMPAK Virus Corona, Pintu Masuk Untuk TKA Asal China Ditutup, 30 Orang 'Terjebak' di Karimun
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Karimun menutup pintu untuk kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.
Selain itu, TKA yang sudah terlanjur berada di Karimun kini tak bisa kembali ke negaranya alias 'terjebak' karena tak ada penerbangan menuju China akibat merebaknya virus corona.
Menindaklanjuti hal itu, sejumlah perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China mengajukan permintaan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.
Permintaan perusahaan ini dikhususkan untuk puluhan TKA asal China yang berada di Kabupaten Karimun.
Adapun permintaan ini disebabkan para TKA ini tidak bisa kembali ke negara asalnya.
Pasalnya seluruh penerbangan ke atau dari China dihentikan sementara waktu oleh Pemerintah Republik Indonesia karena virus Corona.
Data di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun mencatat, ada 50 orang Tenaga Kerja Asing asal China.
"Namun yang berada di Karimun saat ini cuma 30 orang," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Darmunansyah, Selasa (11/2/2020).
• Imigrasi Pantau 1 Orang Warga China Masuk ke Karimun Sehari Sebelum Permenkumham Nomor 3 Tahun 2020
• Suhu Tubuh Pasien Diduga Terpapar Corona Masih Tinggi, RSUD Karimun Kirim Sampel ke Jakarta
Darmunansyah menjelaskan, sebanyak 20 TKA lainnya tidak berada di Karimun.
Mereka meninggalkan Karimun untuk merayakan imlek ke negaranya.
"Dari data kami, ada 19 orang pulang ke China dan satu orang ke Singapura," ungkapnya.
Untuk saat ini, 19 TKA tersebut tidak bisa kembali ke Indonesia, atau perusahaan tempat mereka bekerja di Kabupaten Karimun.
Hanya satu TKA asal Tiongkok yang tengah berada di Singapura berkemungkinan dapat kembali ke Karimun.
"Untuk yang di Singapura berkemungkinan masih bisa kembali ke Indonesia. Dia punya keluarga di Singapura," ujar Darmunansyah.