BATAM TERKINI
CEGAH Banjir, Ormas dan LPM di Sei Lekop Batam Gelar Goro
Kegiatan gotong royong oleh Ormas, LSM dan RT 13 Sei Lekop dilakukanuntuk menghindari terjadinya banjir di Sei Lekop, yang bisa merugikan banyak pihak
CEGAH Banjir, Ormas dan LPM di Sei Lekop Batam Gelar Goro
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Untuk mencegah terjadinya banjir saat hujan deras turun, ormas, LSM dan bersama LPM dan Rw 13 Sei Lekop menggelar aksi gotong royong di jalan Sungai Binti, menuju kawasan galangan kapal di Sei Lekop, Sabtu (22/2/2020).
Kegiatan gotong royong tersebut digerakkan untuk menghindari terjadinya banjir di Sei Lekop, yang bisa merugikan banyak pihak.
Organisasi Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS), Lembaga Swadaya Masyarakat Bersama selamatkan negeri (LSM, Berseri), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sungai Lekop, dan juga komunitas Pecinta Sungai.
Organisasi ini menggelar goro di sepanjang jalan Sungai Binti Batam.
Ketua SMS Muhammad Zainal mengatakan, kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipasi banjir.
"Kita akan menggali parit di sepanjang jalan yang kondisinya sudah mulai terjadi pendangkalan," kata Zainal.
• TOLAK Disebut Kacang Lupa Pada Kulitnya ke PDIP, Isdianto: Saya Masih Punya KTA
Dia juga mengatakan, selama ini jalan Sungai Binti, sering tergenang saat hujan deras turun.
"Kalau dibilang banjir tidak, cuma air dari badan jalan sulit turun, karena saluran drainase kurang maksimal, jadi ini yang kota betulkan," kata Zainal.
Di tempat terpisah, Wakil ketua LPM Sei Lekop Efendy, mengatakan kegiatan gotong royong bersama yang dilaksanakan sebagai bentuk menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh di Sagulung.
"Jadi kegiatan yang kita lakukan ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebenarnya, ini tugas pemerintah, tetapi tidak ada salahnya kegiatan ini dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri," kata Efendy.
Dia juga mengatakan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang bisa berakibat merugikan masyarakat, terlebih para pekerja yang hendak berangkat dan pulang kerja.
"Kalau jalan sering tergenang, otomatis jalannya cepat rusak, kasihan para pekerja," kata Efendy.
Saat ini, air hujan sering menggenangi jalan karena sudah tidak ada daerah resapan air.
"Jadi kalau saluran drainasenya tidak bagus, air sulit turun," kata Efendy. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22022020goro-ormas-dan-lsm.jpg)