Breaking News:

BATAM TERKINI

Pengantar TKI Ilegal di Batam Terancam 10 Tahun, 3 Pelaku Diamankan dari Persembunyian

Polda Kepri melalui Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 11 orang TKI/PMI Ilegal dari Malaysia yang ditinggal oleh tekong di pantai Memban, Nongsa.

TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDDIN HAMAPU
Polda Kepri melakukan konfrensi pers terkait Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia secara ilegal, Jumat (21/2/2020). 

Pengantar TKI Ilegal Terancam 10 Tahun, 3 Pelaku Diamankan dari Persembunyian

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polda Kepri melalui Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 11 orang TKI/PMI Ilegal dari Malaysia yang ditinggal oleh tekong di pantai Memban, Nongsa Batam.

Dari pengembangan dan keterangan para korban tiga orang berhasil diamankan yakni AK, MK dan AN di tempat persembunyiannya.

Wadirkrimun Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid dalam konfrensi pers pengungkapan penempatan TKI/PMI Ilegal yang dilaksanakan di Mapolda Kepri, Jumat (21/2/2020) bahwa ketiga pelaku terkait pengantaran dan penjemputan TKI/PMI ilegal tersebut sudah dilakukan pelaku sebanyak dua kali.

"Tetapi kita akan lakukan pendalaman keterangan pelaku yang mengaku baru dua kali melakukan kegiatan tersebut," ujarnya.

Sedangkan untuk hukuman yang akan dijerat kepada para pelaku dikatakan Wadirkrimun Polda Kepri Ruslan, hukuman paling berat yaitu kurungan selama 15 tahun.

"Pasal yang dipersangkakan yaitu 120 Junto 114 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara denda paling banyak Rp 1 miliar," ujarnya.

SEGINI Keuntungan Yang Diraup Para Penyelundup TKI Ilegal dari Batam

Ketiga pelaku tertunduk sambil menutupi wajahnya digelandang ke ruang tahanan dan bersiap menerima proses hukum selanjutnya.

Polda Kepri mengamankan 11 orang TKI/PMI yang dipekerjakan secara Ilegal yang pulang dari Malaysia dan ditelantarkan oleh tekong atau orang yang menjemput dari Malaysia di Tanjung Memban, Nongsa.

Dari hasil pengembangan kepolisian, pada Rabu (19/2) berhasil mengamankan 3 orang tersangka di tempat persembunyiannya.

Dalam pemaparannya Ruslan mengatakan dari penjemputan yang dilakukan oleh ketiga pelaku, mereka mengambil keuntungan Rp 5 sampai Rp 10 juta per orangnya.

"Untuk kepulangan diambil paling banyak Rp 10 jutaan kepada setiap korban untuk biaya penjemputan hingga pengurusan kepulangan ke daerahnya masing-masing," katanya.

Wadirkrimun Polda Kepri Ruslan menerangkan perincian biaya yang diambil dari setiap korban TKI/PMI Ilegal tersebut.

"Biaya penjemputan, biaya di darat sebelum pulang ke daerahnya masing-masing hingga biaya tiket pesawat untuk pulang dan total Rp 10 jutaan," ujarnya.

Selain itu para pelaku yang diamankan itu, menurut Ruslan tidak hanya melakukan penjemputan tetapi juga mengantar TKI/PMI ilegal.

Sedangkan untuk berapa lama kegiatan pengantaran dan penjemputan TKI/PMI Ilegal tersebut dikatakan Ruslan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan para pelaku penempatan TKI/PMI ilegal diancam penjara 10 tahun. (TRIBUNBATAM.id/Alamudin Hamapu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved