Breaking News:

BATAM TERKINI

Pengusaha Batam Minta Pemerintah Jangan Buat Aturan yang Memberatkan, Dampak Corona

Ketua INSA Batam, Osman Hasyim meminta pemerintah untuk tidak membuat aturan yang justru memberatkan di tengah merebaknya wabah virus corona

TribunBatam.id/LeoHalawa
Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam Osman Hasyim (kemeja biru) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak virus corona di beberapa daerah di Indonesia mulai terasa. Salah satunya Kota Batam. Diketahui, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam berkurang. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar mengakui hal ini.

"Wabah ini sangat terasa dengan kunjungan pariwisata ke Kepri. Dampaknya sangat menurun kunjungan wisman ke sini," katanya, Kamis (20/2/2020) lalu.

Sementara itu, Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim meminta pemerintah untuk tidak membuat aturan yang justru memberatkan. Osman mengatakan, selama ini pengusaha merasakan berbagai dampak aturan yang memberatkan.

Ia memberi contoh, dampak Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak Atas Impor Barang Kiriman membuat perekonomian pengusaha pengiriman lumpuh total.




"Baik itu Pemko Batam, BP Batam, pemerintah provinsi maupun pusat, jangan buat kebijakan yang aneh-aneh. Yang justru membuat ekonomi terpuruk. Dampak virus corona cukup terasa. Jangan ditambah lagi dengan kebijakan memberatkan. Termasuk dalam bidang kebijakan perkapalan Shipyard," katanya Jumat (21/2/2020).

Kadispar Kepri Buralimar Sebut Belum Ada Pelarangan WNI ke Luar Negeri terkait Corona

Observasi Jilid 2, Ratusan WNI dari 2 Kapal Pesiar Bakal Dievakuasi terkait Corona, di Natuna Lagi?

Sebaliknya, Osman meminta pemerintah untuk memikirkan menumbuhkembangkan ekonomi Batam. Sehingga, masyarakat merasakan. Dan pengangguran berkurang.

"Kalau kebijakan pro masyarakat, tentu berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan," katanya. Ada banyak kebijakan pemerintah pusat dan daerah selama ini di Batam, justru membebani pengusaha bidang Shipyard.

(TribunBatam.id/leo halawa)

Penulis: Filemon Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved