Jumat, 24 April 2026

VIRUS CORONA

KENALI Cara Mencegah Penularan Virus Corona Tanpa Masker

Menurut dokter spesialis paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, penularan virus Corona dapat dicegah tanpa menggunakan masker.

SURYA.co.id/David Yohanes
Apoteker di satu apotek Jalan Pahlawan Tulungagung, Jawa Timur, Tri Ulfa Rahmatia menunjukkan masker tali. Dokter spesialis paru menunjukkan cara mencegah penularan virus Corona tanpa bergantung pada masker. 

TRIBUNBATAM.id - Kebutuhan akan masker kini meningkat semenjak ada virus Corona.

Harga masker melonjak seiring meningkatnya kebutuhan dari masyarakat.

Tidak jarang, dengan ketersediaan yang terbatas, stok masker menjadi langka.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Harsini, Sp.P (K) menjawab keresahan masyarakat yang kini sedang berbondong-bondong membeli masker.

Menurut Harsini, penularan virus Corona bisa dicegah tanpa harus menggunakan masker, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Masker Mahal? Berikut Cara Lain Cegah Penularan Virus Corona'.

Harsini menjelaskan ada alternatif selain penggunakan masker yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit akibat virus dan bakteri.

Dilansir Surya.co.id, berikut cara mencegah penularan penyakit akibat virus dan bakteri:

1. Perhatikan Etika Batuk dan Bersin

Dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, dia yakin, besar harapan bagi siapa saja dapat mencegah penyebaran virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit, seperti infeksi saluran napas, influenza, tuberculosis (TB), termasuk mungkin covid-19.

Berikut ini 5 langkah pelaksanaan etika batuk dan bersin yang perlu diketahui:

- Tutup dengan tisu atau sapu tangan apabila batuk atau bersin

- Buang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah medis

- Cuci tangan dengan air mengalir atau cairan pembersih

- Jika tidak ada tisu atau sapu tangan, gunakan punggung tangan untuk menutup mulut dan hidung

- Tutup hidung dan mulut dengan masker

2. Perhatikan Hand Hygine

Harsini mengungkapkan, cara lain untuk menghindari penyakit akibat infeksi virus atau bakteri adalah dengan mencuci tangan dengan benar.

Berikut beberapa langkah mencuci tangan yang direkomendasikan:

- Tuangkan 2-3 cc cairan antiseptic atau sabun ke telapak tangan, kemudian ratakan

- Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya

- Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari

- Punggung jari tangan kanan digosokkan pada telapak tangan iri dengan jari sisi dalam, kedua yangan saling mengunci

- Ibu jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya

- Gosok berputar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya

Seperti diketahui, harga masker di sejumlah daerah di Indonesia dikabarkan naik seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan alat pelindung diri tersebut.

Meski di Tanah Air hingga kini masih nol kasus atau negatif temuan kasus akibat sebaran virus corona Wuhan atau covid-19, masyarakat tetap saja berburu masker untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti terjadi di Tulungagung.

Stok masker di kabupaten Tulungagung tiba-tiba menipis karena banyak dikirim ke Taiwan dan Hongkong.

Jika pun ada barang, harganya menjadi sangat mahal.

Virus Corona Menyebar Cepat di Italia, Kota Codogno Diisolasi Seperti Wuhan di China

Cegah Virus Corona, Apri Sujadi Tolak Kapal Pesiar yang Tidak Sesuai Rute Berlayar di Bintan

Situasi ini dimanfaatkan penipu untuk meraup keuntungan.

Seperti yang dialami oleh RD (32), warga Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol.

RD melihat unggahan iklan penjual masker murah di Facebook pada Selasa (29/1/2020).

“Karena harga yang dipasang cukup murah, pelapor ini memesan barang kepada pemasang iklan,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari.

Setelah sepakat harga, RD mengirim uang Rp 14,4 juta untuk 45 karton masker merek Sensi.

Merek ini yang paling banyak diminati dan paling langka di Tulungagung.

Uang sebanyak itu ditransfer lewat rekening BRI pada Jumat (31/1/2020).

“Mereka juga berkomunikasi lewat Whatsapp. Penjual berjanji akan mengirim barang setelah uang ditransfer,” sambung Anwari.

Namun setelah uang ditransfer, penjual denga inisial MFD ini menghilang.

Masker yang sudah terlanjut dibayar tak kunjung dikirim sesuai janjinya.

Padahal seharusnya masker itu dikirim Sabtu (1/2/2020).

“Pelapor masih menunggu hingga Selasa (4/2/2020), sampai akhirnya dia melapor ke polisi,” tutur Anwari.

Lebih jauh Anwari mengingatkan, agar masyarakat waspada terhadap transaksi jual beli secara online.

Jangan pernah tergiur harga murah, dengan mengabaikan sisi keamanan transaksi.

Salah satu cara sederhana mengamankan transaksi adalah dengan rekening bersama.

“Kalau kita disuruh transfer dan barang dijanjikan akan dikirim, sangat berisiko menjadi korban penipuan. Kita sendiri yang bisa menghitung risiko transaksi yang akan kita lakukan,” pungkasnya.

Jenis Masker yang Direkomendasikan Dokter untuk Cegah Virus Corona

Penggunaan masker yang tepat diyakini dapat mencegah penularan virus corona baru atau 2019-nCoV.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P (K), menyebut penggunaan masker bedah sudah cukup efektif digunakan untuk menangkal penularan Wuhan corona virus.

Virus yang mulai mewabah dari Wuhan, China itu diketahui dapat menular lewat percikan cairan dari mulut dan hidung, atau kontak langsung dengan penderita.

“Masker bedah bisa 90 persen menangkal partikel,” jelas Jatu saat menjadi narasumber dalam Talkshow Kesiapan RSUD dr. Moewardi Menghadapi Corona Virus Jenis Baru yang ditayangkan secara live streaming melalui media sosial rumah sakit, Selasa (28/1/2020).

Jatu menerangkan masker bedah telah didesain khusus mampu menangkal masuknya partikel. M

Masker ini dibuat dari tiga lapisan dengan fungsi bebeda-beda.

“Bagian dalam itu moisturizer. Sedangkan lapisan tengah berfungsi sebagai filter dan lapisan luar untuk menangkal parkitel,” terang Jatu.

Jatu menegaskan, masker wajah tak boleh digunakan secara sembarangan jika ingin berfungsi baik mencegah penularan berbagai penyakit.

VIDEO Pengemasan Masker Solida Diinjak-injak dan Tak Steril Viral di Medsos, Perusahaan Buka Suara

Impact of Corona Virus, Government Discusses the Possibility of Avtur Price Reduction

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengenakan masker bedah:

- Jangan dibalik karena setiap bagian atau lapisan masker memiliki fungsi yang berbeda

- Pasang masker sampai menutup hidung dan dagu

- Dianjurkan rutin mengganti masker 2 sampai 4 jam sekali

- Buang masker di tempat sampah medis. Kalau tidak ada, masker yang telah dipakai bisa dibuang di dalam kantong plastik khusus

Jatu mengungkapkan masker bedah boleh digunakan oleh siapa saja dan kapan saja sebagai upaya pencegahan penularan penyakit.

Hanya, masker ini lebih direkomendasikan dipakai oleh mereka yang tengah berada di lingkungan yang berisiko terjadi penularan virus.

Masker juga bisa dipakai oleh seseorang yang menderita sakit.

Penggunaan masker tersebut ditujukan untuk dapat mencegah penyebaran virus saat penderita batuk, bersin, atau berteriak.(Surya.co.id/Putra Dewangga Candra Seta)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cara Alternatif Cegah Virus Corona Tanpa Pakai Masker, Kini Sedang Langka dan Harganya Naik, https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/24/cara-alternatif-cegah-virus-corona-tanpa-pakai-masker-kini-sedang-langka-dan-harganya-naik?page=all.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved