MAHATHIR MOHAMAD MUNDUR
RESMI, Mahathir Mohamad Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Malaysia
Pengumuman Mahathir hadir tak lama setelah Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengaku telah dikhianati
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Mahathir adalah tokoh politik yang dominan, memenangi lima pemilihan umum berturut-turut dan berhasil menyingkirkan sejumlah pesaing untuk memimpin UMNO.
Namun demikian, akumulasi kekuasaannya di masa lalu juga datang dengan mengorbankan independensi peradilan, sokongan kekuatan tradisional, serta dukungan hak dari kalangan istana.
Mahathir sempat memberlakukan UU Keamanan yang kontroversial untuk menahan aktivis, tokoh agama non-mainstream, serta lawan politik termasuk Wakil Perdana Menteri yang dipecatnya pada 1998, Anwar Ibrahim.
Catatan tentang Mahathir soal kebebasan sipil serta permusuhannya terhadap kepentingan Barat dan kebijakan ekonomi mereka membuat hubungannya dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, sulit.
Namun, sebagai Perdana Menteri, Mahathir dikenal luas sebagai seorang pendukung pembangunan dunia ketiga dan aktivis internasional terkemuka.
Mahathir tetap menjadi tokoh politik aktif setelah pensiun dari kursi perdana menteri. Dia menjadi seorang kritikus yang lantang berteriak terhadap penerusnya Abdullah Badawi. Dia juga kritis terhadap Najib Razak yang pada tahun 2015 terpilih sebagai perdana menteri.
Pada 29 Februari 2016, Mahathir resmi berhenti dari UMNO seiring menguatnya dukungan UMNO untuk Perdana Menteri Najib Razak yang terbelit kasus korupsi.
Tak lama kemudiaan, pada 9 September 2016, Mahathir Mohamad mendaftarkan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dipimpinnya sebagai partai resmi yang baru. Mahathir menjadi ketua partai.
Menghadapi pemilu 2018, Mahathir bersama partainya bergabung dengan koalisi oposisi Pakatan Bersatu. Lalu, pada 8 Januari 2018, Mahathir diumumkan sebagai kandidat perdana menteri dari koalisi tersebut,
Pencalonan ini tak lepas dari rencana koalisi untuk memintakan pengampunan bagi Anwar Ibrahim jika Mahathir menang, dan menyerahkan peran perdana Menteri kepadanya.
Dengan kemenangan koalisinya terhadap koalisi Barisan Nasional dalam Pemilu 2018 yang baru saja berlangsung, Mahathir adalah Perdana Menteri Malaysia tertua yang masih hidup.
Di usia 93 tahun pada Juli, dia juga kepala negara atau pemerintahan tertua di dunia.
24 Februari 2020, Mahathir Mohamad resmi mengundurkan diri dari Perdana Menteri Malaysia.
Sumber: Wikipedia, Reuters
Berita ini tayang di kontan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09082019_mahathir-mohamad.jpg)