VIRUS CORONA

Otoritas Jepang Sebut Warganya Terinfeksi SARS-CoV2 Usai Liburan ke Indonesia

Kemenkes angkat bicara soal pria berusia 60 tahun yang merupakan warga negara Jepang dan dikabarkan positif virus Corona setelah berlibur ke Indonesia

Otoritas Jepang Sebut Warganya Terinfeksi SARS-CoV2 Usai Liburan ke Indonesia
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020). 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara soal pria berusia 60 tahun yang merupakan warga negara Jepang dan dikabarkan positif virus Corona setelah berlibur dari Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan otoritas Jepang melaporkan yang bersangkutan terinfeksi SARS-CoV2.

Yuri meyakini SARS-CoV2 adalah bentuk mutasi dari COVID-19 atau nama lain dari virus corona berdasarkan pendapat pakar.

Sementara WHO sendiri diketahui mengatakan SARS-CoV2 adalah penyebab COVID-19.

"Ada hal yang mendasar yang kami terima dari para pakar. Di satu sisi SARS-CoV2 ini penyebab COVID-19 seperti yang ditulis oleh WHO, tapi pendapat lainnya mengatakan ini (SARS-CoV2) adalah bentuk mutasi dari COVID-19 yang ditengarai menjadi jinak dengan tanda-tanda minimal," ujar Yuri, dalam sambungan telekonference, di Kemenkes, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020) seperti dilansir Tribunnews.com.

Yuri mengaku tak ingin memperdebatkan masalah nama.

Hanya saja dia memiliki referensi yang menyatakan SARS-CoV2 adalah mutasi dari COVID-19.

Mutasi itu, kata dia, terlihat dari para pasien yang terinfeksi positif namun hanya menunjukkan gejala minimal atau bahkan tak memperlihatkan gejala sama sekali.

"Kalau mau dibedakan silahkan dibedakan tapi saya punya referensi bahwa SARS-CoV tipe 2 merupakan bentuk mutasi gen. Bentuk perubahan yang dari penyebab pertama yang dulu disebut 2019-Novel Coronavirus," kata dia.

Jadi dua-dua referensinya ada dan kami tidak akan memperdebatkan nama, tapi bagaimana surveillance aktif dilakukan, tracing dilakukan. Itu yang lebih penting," imbuh Yuri.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved