Minggu, 12 April 2026

VIRUS CORONA

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Dampak Ekonomi Akibat Virus Corona

Dipimpin Presiden Joko Widodo, rapat terbatas di Istana Negara membahas dampak ekonomi akibat virus Corona di Indonesia.

Biro Pers Setpres/Lukas/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas ke-II bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga kabinet Indonesia Bersatu di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, (12/2/2020). Rapat terbatas membahas dampak virus Corona terhadap perekonomian Indonesia. 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Wabah virus Corona berdampak pada perekonomian Indonesia. Rapat terbatas dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (Ratas) di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/2/2020).

"Kami akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai virus corona dari sisi dampak terhadap ekonomi Indonesia," kata Presiden Jokowi seperti dilansir Tribunnews.com.

Jokowi menyinggung rapat terbatas sebelumnya yang membahas kebijakan menghadapi dampak virus Corona ini terhadap ekonomi.

Ia meminta seluruh instrumen disiapkan dan dipergunakan dalam rangka memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi negara.

"Baik instrumen moneter maupun instrumen fiskal," jelasnya.

Dalam ratas tersebut, hadir Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. Hadir pula, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menkumham Yasonna Laoly, Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Wisnoeutama dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Mal di Batam Sepi Dampak Virus Corona

Wabah virus corona di Wuhan, Hubei, Cina sudah mulai berdampak pada perekonomian di Batam.

Setidaknya hal itu bisa terlihat dari makin sepinya sejumlah mal di Batam. Nagoya Hill Mall, Batam.

Mal yang berlokasi ini terlihat lebih sepi dibanding biasanya.

Manajer operasional Nagoya Hill Haris Fadilah mengakui, jumlah pengunjung mal ini berkurang 15-20 persen dari hari biasa sebelumnya.

"Pastinya adanya isu virus corona itu sangat berimbas terhadap para pengunjung di pusat perbelanjaan ini, khususnya para wisman yang kerap sebelumnya datang berbelanja di sini," ungkap Haris.

Hal itu juga dibuktikan dari data traffic mall. Katanya, biasanya pada minggu pertama dan minggu kedua pengunjung mal itu mencapai 170 ribuan orang dengan metode penghitungan jumlah kendaraan yang masuk.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved