Minggu, 10 Mei 2026

VIRUS CORONA

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Dampak Ekonomi Akibat Virus Corona

Dipimpin Presiden Joko Widodo, rapat terbatas di Istana Negara membahas dampak ekonomi akibat virus Corona di Indonesia.

Tayang:
Biro Pers Setpres/Lukas/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas ke-II bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga kabinet Indonesia Bersatu di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, (12/2/2020). Rapat terbatas membahas dampak virus Corona terhadap perekonomian Indonesia. 

"Kita juga berharap masyarakat Batam tidak panik dan bereaksi berlebihan dengan adanya isu ini," tegasnya.

Apabila masyarakat sampai panik, tambahnya dan melakukan panic buying maka dampak isu corona ini kepada ekonomi akan lebih cepat.

Sehingga dampaknya akan lebih merugikan.

Omzet Penjualan Buah di Batam Turun Drastis

Para pedagang buah di Batam mengaku kehilangan omset yang cukup banyak sejak merebaknya kasus virus corona yang menimpa China dan beberapa negara lainnya.

Saat TRIBUNBATAM.id melakukan penelusuran, Kamis (13/02/2020) di Pasar Penuin, Lubuk Baja, Batam Kota yang banyak menjual buah-buahan impor.

Menurut seorang pedagang buah bernama Edi, sekarang omsetnya turun dikarenakan banyak pembelinya yang datang dari Singapura dan Malaysia tak lagi muncul.

"Biasanya banyak yang beli di sini kan dari Singapura dan Malaysia, tapi semenjak ada kasus corona ini jadi tak ada lagi. Jadi lumayan turun omset," ungkap Edi.

Edi yang sudah berjualan buah di pasar Penuin sejak 15 tahun yang lalu pun mengaku pembeli dari Batam pun tak sebanyak biasanya.

Singapura Umumkan Kasus Terbaru Virus Corona, Total Jadi 90 Kasus, 2 Diperbolehkan Pulang

30 Hari Terkurung Virus Corona, Level Waspada Kota Guangdong Turun Level II

"Yang dari Batam pun juga sudah jarang, semenjak ada kasus virus corona ini jadi jarang yang membeli," imbuhnya.

Edi kemudian mengatakan, biasanya dia mendatangkan buah-buahan dari Tiongkok atau China.

Namun, karena terkendalanya pengiriman dari Tiongkok terpaksa dia juga mendatangkan buah-buahan dari negara lain.

"Memang kan pengiriman dari China itu sedang susah, jadi sekarang saya juga banyak datangkan buah dari Australia atau Amerika," sebutnya.

Menurut Edi hanya tinggal buah jeruk yang dia datangkan dari China, buah lain seperti Apel dia datangkan dari negara lain.

"Memang kan kalau dari China harga buahnya lebih murah. Cuma sekarang seperti apel saya ambil dari Amerika walaupun harga jadi lebih mahal, cuma jeruk yang dari China, itu pun tak semuanya. Banyak juga buah lokal," kata Edi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved