Virus Corona dan Mundurnya PM Malaysia Dikhawatirkan Ganggu Ekonomi Kepri
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, selain wabah virus Corona, mundurnya PM Malaysia, Mahathir Mohamad berpengaruh pada ekonomi Kepri.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sektor pariwisata di Kepri harus berjuang untuk pulih.
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, selain dampak akibat wabah virus Corona, mundurnya Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menurutnya berpengaruh pada perekonomian di Kepri.
"Kalau tidak dikawal dengan baik, bisa oleng betulan perekonomian kita. Soalnya kita punya hubungan erat dengan Singapura dan Malaysia. Baik dari segi bisnis maupun sosial kemasyarakatan," ucapnya, Selasa (25/2/2020).
Untuk Kepri secara keseluruhan, tentunya Pariwisata akan berdampak besar.
"Kalau Batam pukulan besar bagi bisnis manufaktur. Sebab, barang sangat banyak di ekspor semua ke Singapura dan Malaysia. Akibatnya memukul industri manufaktur kita. Jadi perlu dikaji lagi itu dengan serius," sebutnya.
Ia menyarankan, Pemerintah Daerah bisa menggencarkan konsumsi pemerintah. Seperti belanja pemerintah.
"Presiden sudah memerintahkan, untuk konsumsi pemerintah lebih di percepat. Artinya pemda juga harus lakukan itu, sampai sekarang masih belum bergulirkan," tanyanya.
"Harusnya Gubernur lebih mempercepat. Tahap lelang juga belum jalan. Pemda harus lakukan cepat hal ini," tambahnya.
Disampaikannya, bila hal itu bisa dipercepat, tentu kelemahan ekonomi tertutup sedikit dari belanja konsimsi pemerintah.
"Kalau Pariwisata tinggal ikuti juga Pemdanya, terkait diskon paket wisata 30 sampai 40 persen yang dicanangkan untuk mengagalakan pariwisata oleh BUMN, Kementrian Pariwisata, dan Perhubungan. Sekarangkan tinggal bagaimama pemerintah daerah bisa koordinasikan dengan baik saja," ujarnya.
Presiden Gelar Rapat Terbatas
Wabah virus Corona berdampak pada perekonomian Indonesia. Rapat terbatas dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (Ratas) di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/2/2020).
"Kami akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai virus corona dari sisi dampak terhadap ekonomi Indonesia," kata Presiden Jokowi seperti dilansir Tribunnews.com.
Jokowi menyinggung rapat terbatas sebelumnya yang membahas kebijakan menghadapi dampak virus Corona ini terhadap ekonomi.
• Dampak Corona, Bupati Bintan Apri Sujadi Temui Pengusaha Hotel, Minta Ada Pembenahan
• Luhut: Indonesian Tourism Sector being Loss of up to 500 Million US Dollars due to Corona Virus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-nagoya-hill-mall-batam.jpg)