BATAM TERKINI
Tenaga Ahli Mesin 'Terjebak' Virus Corona di China, Perusahaan Rokok di Batam Tak Bisa Beroperasi
Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengungkapkan, salah satu perusahaan rokok di Batam kini tidak lagi beroperasi
Tenaga Ahli Mesin 'Terjebak' Virus Corona di China, Sebuah Perusahaan di Batam Lama Tak Beroperasi
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengungkapkan, salah satu perusahaan rokok di Batam kini tidak lagi beroperasi.
Hal itu karena, pekerja yang bisa mengedalikan mesin perusahaan tersebut 'terjebak' di China usai pulang saat Imlek akibat virus corona.
"Tenaga ahli yang mengendalikan mesin produksi masih di China, belum bisa kembali ke Indonesia. Akibatnya perusahaan tidak berjalan, imbasnya karyawan yang lainnya tidak bekerja," kata Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat ditemui, Kamis (27/2/2020) .
Tidak bekerjanya karyawan lain itu karena hanya tenaga ahli tersebut yang paham mengendalikan mesin produksi.
Rudi mengatakan, hingga kini masih ada ratusan WNA China yang bekerja di Batam belum kembali karena saat perayaan Imlek kemarin banyak yang pulang kampung ke China.
Hanya ada 45 yang tercatat kembali ke Batam sebelum Cina menutup akses keluar masuk ke negara tersebut.
Selain itu, Rudi juga menegaskan, jika hingga akhir Februari 2020 ini tidak ada bahan baku, maka sejumlah perusahaan yang ada di Batam terpaksa merumahkan karyawannya.
Memang, kata dia hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan pengaduan PHK karyawan. Namun sejumlah perusahaan dikabarkan telah mengalami kekosongan suplai barang dari negara China.
Jadi ada karyawan yang terancam dirumahkan dan bahkan PHK.
• Kasus Virus Corona di Korea Selatan Capai 2.022 Orang, BTS Batalkan Konser Map of the Soul di Seoul
“Ada teman-teman perusahaan menyampaikan ke saya, kalau dirumahkan gaji tidak dibayar apa bisa. Saya jawab tidak boleh, perusahaan harus ikuti peraturan yang ada. Tidak adanya bahan baku ini. Semua ditutup setelah virus corona tersebar ke mana-mana,” kata Rudi.
Jadi ketika perusahaan tidak lagi beroperasi, dan karyawan tidak ada yang mau dikerjakan, maka karyawan bisa dirumahkan sembari menunggu dampak corona virus berangsur angsur membaik sehingga akses transfortasi ke China berjalan normal.
Namun untuk gaji karyawan, tegas dia perusahaan harus tetap membayar sesuai basik yang berlaku.
Kata Rudi karena transportasi tidak ada dari China. Semua ditutup setelah virus corona tersebar ke mana-mana.
"Jika kondisi ini terus terjadi, maka dikhawatirkan banyak perusahaan merumahkan karyawannya karena tidak ada kegiatan produksi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-dinas-tenaga-kerja-disnaker-kota-batam-rudi-sakyakirti.jpg)