TRIBUN WIKI

Sudah Jarang Dimainkan, Inilah Asal Usul dan Jenis Layang-layang

Layang-layang adalah sebuah permainan yang dibuat dari sebuah lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali

TRIBUNBATAM/THOMAS T. LIMAHEKIN
Beragam layang-layag hiasi langit kantor Gubernur Kepri, Minggu (23/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Layangan, layang-layang, atau wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) adalah sebuah lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.

Dalam bahasa Inggris, layang-layang dikenal dengan sebutan kite, nama ini diambil dari nama burung pemangsa yang anggun dan lemah gemulai kepak sayapnya saat terbang.

Permainan tradisional ini memanfaatkan kekuatan hembusan angin untuk mengangkatnya atau menerbangkannya.

Selain dikenal sebagai sebuah permainan, layang-layang diketahui memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Layang-layang terbang ke udara berkat gaya-gaya aerodinamika dari gerakan relatifnya terhadap angin.

Angin relatif itu ditimbulkan oleh aliran udara alamiah atau tarikan layang-layang lewat benang penghubung.

ASAL USUL

Belum diketahui pasti kapan layangan mulai dikenal di Indonesia karena belum terdapat sumber sejarah yang pasti.

Dalam Beberapa rangkaian relief cerita pada candi, sekilas hanya menampilkan layang-layang berupa bagian dari tumbuhan yang diterbangkan oleh seutas tali.

Pada awal abad 21, terdapat penemuan sebuah lukisan yang ada di sebuah gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Lukisan tersebut memberikan kesan seseorang sedang memainkan layang-layang, oleh karena itu timbul spekulasi bahwa permainan ini telah lama muncul di nusantara.

Di Indonesia banyak ditemukan bentuk-bentuk primitif layang-layang yang terbuat dari daun-daunan.

Dalam kawasan nusantara sendiri, catatan pertama mengenai layang-layang ada dari Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) dari abad ke-17 yang menceritakan sebuah festival layang-layang yang diikuti oleh seorang pembesar kerajaan.

Menurut sumber lain, layang-layang pertama kali dikenal sekitar 3.000 tahun yang lalu di China, di sana layang-layang disebut sebagai "rajawali kertas."

Dari China, layang-layang mulai disebarluaskan ke negara Asia lain, seperti Korea, Jepang, Malaysia, dan India.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved