Selasa, 28 April 2026

KEBAKARAN DI BATAM

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Kawasan Perumahan BP Batam, Diduga Karena INI

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Tigor Sidabariba bilang, ada tempat orang usai mancing lalu bakar ikan ataupun manggang, tapi masih didalami

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
petugas damkar dari Pemko dan BP Batam dibantu personel kepolisian, Ditpam BP Batam masih berupaya memadamkan api, kebakaran hutani di kawasan perumahan BP Batam, Senin (2/3/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Puluhan hektare hutan yang berada di komplek rumah dinas pejabat Badan Pengusahaan (BP) Batam dilahap si jago merah, Senin (2/3/2020).

Hutan dengan berbagai jenis pohon yang semula hijau dan rindang, kini berubah.

Suasananya jadi gersang bak hutan tandus.

Sejumlah aset berharga milik petinggi BP Batam nyaris ikut diratakan si jago merah bersama 20 hektare hutan yang sudah menjadi debu.



Ada lima rumah mewah, satu diantaranya rumah dinas Kepala BP Batam dengan bangunan megah yang langsung menghadap ke Singapura dan 4 rumah dinas deputi, pejabat BP Batam dengan pemandangan yang eksotis menghadap laut diatas bukit itu.

20 Hektare Hutan di Komplek Perumahan BP Batam Ludes Dilahap Api, Sehari Ada 3 Lokasi Kebakaran

Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api Hingga Malam, Kebakaran Lahan di Kawasan Perumahan BP Batam

Dari informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, kejadian kebakaran tersebut diduga dipicu dari percikan api kecil yang menjalar.

"Setelah kita periksa dan cek dari asal muara terjadi kebakaran, ada tempat orang usai mancing lalu bakar ikan ataupun manggang, tapi masih kita dalami karena sudah sore," ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Tigor Sidabariba usai memeriksa TKP kebakaran.

20 Hektare Hutan Hangus

Api tak kunjung berhasil dipadamkan dalam kebakaran lahan di kawasan perumahan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (2/3/2020). Sedikitnya sudah seluas 20 hektar hutan yang berada di komplek rumah pejabat BP Batam ludes dilahap si jago merah.

Kepala Daops Manggala Agni VIII Batam, Chaerul Ginting mengatakan, petugas pemadam mengalami kesulitan untuk melawan api.

Hal itu diakibatkan medan hutan yang terjal perbukitan dan hutan resap ditambah lagi angin yang merambah dengan kencang membuat api terus merebak.

Bahkan kata dia pasokan suplai air juga menjadi kendala bagi pihaknya untuk cepat meredam kobaran api.

"Dari hasil drone kita diperkirakan sudah 20 hektar hutan yang terbakar," ujarnya.

Untuk petugas Manggala Agni ada 17 orang dengan dibantu 5 mobil damkar dan 2 mesin.

"Hingga malam ini kita berupaya mencari kepala api dan memadamkannya," kata Chaerul.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved