Kamis, 28 Mei 2026

Pidato Pertama Muhyiddin Sebagai PM Malaysia: Saya Tahu Orang Marah, Tapi Saya Bukan Pengkhianat

Muhyiddin mengatakan, langkah yang ia lakukan hingga dipercaya Raja Malaysia menjadi Perdana Menteri adalah untuk menyelamatkan negara

Tayang:
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
d0k_twitter
Muhyiddin Yasin dan Istri 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia yang baru, Muhyiddin Yassin menyatakan dirinya bulanlah pengkhianat sebagaimana dituduhkan PM Malaysia sebelumnya Mahathir Mohamad.

Hal itu ditegaskannya saat menyampaikan pidato pertamanya sebagai Perdana Menteri Malaysia, Senin (2/3/2020).

Muhyiddin Yassin mengatakan, langkah yang ia lakukan hingga kemudian dipercaya Raja Malaysia menjadi Perdana Menteri Malaysia ke delapan adalah untuk menyelamatkan negara Malaysia dari kekacauan politik.

Video Cuplikan Gol dan Highlight Portsmouth vs Arsenal, Gol Sokratis dan Nketiah Menangkan Arsenal

Jadwal Pekan 2 Liga 1 2020, Persija vs Persebaya, Arema FC vs Persib Bandung, Live Indosiar

Gunung Merapi Meletus Selasa Pagi Pukul 05.22 WIB, Semburkan Abu Vulkanik Enam Kilometer

"Saya tahu ada orang yang marah padaku. Seperti yang diperkirakan, ada orang tertentu memanggil saya pengkhianat," kata Muhyiddin seperti dikutip tribunbatam.ID dari channelnewsasia.com.

"Dengarkan dengan cermat, Saya bukan seorang pengkhianat. Hati nurani saya jelas bahwa saya di sini untuk menyelamatkan negara dari kekacauan (politik) yang terus-menerus (terjadi), "katanya.

Muhyiddin Yassin mengatakan ia mengambil keputusan untuk tidak mengikuti Tun Dr Mahathir Mohamad adalah untuk menyelamatkan situasi negara.

Dalam pidato perdananya itu Perdana Menteri Malaysia kedelapan itu berjanji akan membangun pemerintahan yang bersih dan memiliki integritas dan serta bebas dari korupsi.

Muhyiddin Yassin dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, Minggu (1/3/2020) mengakhiri polemik pengganti Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri.

Muhyiddin menarik Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) keluar dari koalisi hingga kemudian mendapat mandat dari parlemen untuk menjadi PM Malaysia.

Raja Malaysia kemudian menunjuk Muhyiddin Yassin menjadi PM Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad.

Dalam sambutannya, Muhyiddin menjelaskan bahwa ia tidak pernah berharap untuk jabatan Perdana Menteri Malaysia.

Namun, kesempatan itu muncul saat kedua kandidat Perdana Menteri gagal mendapatkan dukungan mayoritas DPR.

Lyodra Ginting Juara Indonesian Idol Season 10 Tahun 2020, Kalahkan Tiara Anugrah

Hasil, Klasemen & Top Skor Liga 1 2020 Setelah Arema FC Menang, Hari Yudo, Wander Luiz & Beto 2 Gol

Hasil FA Cup Liga Inggris Portsmouth vs Arsenal, Bungkam Tuan Rumah Lewat 2 Gol, Arsenal ke 8 Besar

Namanya kemudian dinominasikan hingga kemudian mendapat kepercayaan.

"Saya telah meluangkan waktu untuk berpikir secara mendalam sebelum membuat keputusan (menjadi PM)."

"Apa pilihan yang saya miliki? Untuk terus mendukung Dr Mahathir yang tidak lagi memiliki dukungan mayoritas atau menerima nominasi sebagai Perdana Menteri?".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved