Selasa, 2 Juni 2026

Prajurit TNI AD Luka-luka Karena Tolak Beri Jatah Preman ke Kepala Geng 'Penguasa' Pasar

Praka Bambang dan saudaranya terluka setelah dikeroyok komplotan preman di Pasar Palapa Brayan Medan, Minggu (1/3/2020).

Tayang:
Tribun Medan
Prajurit TNI AD DIpukuli Preman 

TRIBUNBATAM.id - Polisi masih menyelidiki insiden pengeroyokan prajurit TNI AD  oleh sekelompok preman penguasa pasar di Pasar Palapa Brayan Medan, Minggu (1/3/2020).

Puluhan preman mengeroyok seorang tentara bernama Praka Bambang.

Praka Bambang sebetulnya sempat melumpuhkan sejumlah preman yang menyerangnya, namun para preman itu datang lagi, dengan kepala preman dan anak buahnya.

Keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Polisi belum menjelaskan detail motif pengeroyokan itu.

Kedua tersangka masih diperiksa secara intensif.

"Kami masih menggali keterangan dari diduga tersangka yang saat ini masih dilakukan proses penyidikan," kata Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi kepada wartawan, Senin (2/3/2020).

Praka Bambang dan saudaranya terluka setelah dikeroyok komplotan preman di Pasar Palapa Brayan Medan, Minggu (1/3/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan (grup TribunBatam), Praka Bambang terus dipukul komplotan preman meski sudah mengaku sebagai prajurit TNI AD aktif.

Kronologi yang beredar menyebut Praka Bambang dipukul karena menolak memberikan dua ekor ayam kepada preman di Pasar Palapa Brayan.

Saat itu memang Praka Bambang sedang menemani saudaranya berjualan.

Praka Bambang sudah mengaku sebagai anggota TNI namun hal tersebut tidak dipedulikan komplotan preman, dan terus dipukuli.

Berikut kronologi lengkap yang dilansir akun instagram @infokomando;

Seorang anggota TNI dari Yonif Raider Khusus 111 Praka Bambang dan saudaranya menjadi korban pengeroyokan kawanan preman saat hendak berjualan ayam di Jl. Pajak Pulo Brayan, Medan Barat, Minggu (1/3/2020).

Kronologi bermula saat Praka Bambang Zulkifli mengantarkan ayam yang akan dijual oleh saudaranya di Jl. Pajak Palapalink kemudian didatangi dua orang preman bernama Aban dan Ahmad minta jatah untuk dijadikan cemilan saat mabuk.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved