VIDEO Anak Pejual Kue Keliling Jadi Polisi di Kepri, Bripda Suryanto Ingat Pesan Mendiang Ayah
Anak penjual kue keliling itu akhirnya bisa meraih pangkat Brigadir Polisi dua (Bripda) di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kepri
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perjuangan Suryanto Sarizal (19) menjadi anggota polisi cukup berliku.
Anak penjual kue keliling itu akhirnya bisa meraih pangkat Brigadir Polisi dua (Bripda) di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kepri dan dilantik oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Kamis (2/3/2020).
Keinginan dan kemauan yang keras serta konsisten membuat Suryanto Sarizal (19) berhasil meraih mimpinya.
Sarizal merupakan anak pertama dari 3 bersaudara.
Ayahnya meninggal dunia saat dia sejak kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sejak ditinggal ayahnya, kemudian ibunya Amriati (48) yang mengambil alih tugas almarhum bapaknya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan kue keliling di kabupaten Lingga, kepulauan Riau.
Dari hasil berjualan kue keliling yang dilakukan oleh Ibu Sarizal itu selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga untuk membantu biaya Sarizal yang sejak kecil sudah memiliki keinginan keras untuk menjadi Polisi.
Saat ditemui di sela-sela acara pelantikan dan pengambilan sumpah siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Kepri, Kundur, Karimun Ibunda dari Sarizal Amriati mengucapkan syukur dan terimakasih atas pelantikan anak tercintanya sambil matanya berkaca-kaca.
Amriati mengisahkan dengan bergelimang air mata bahwa Sarizal sedari kelas 2 SMA sudah di tinggalkan ayahnya yang telah meninggal dunia.
"Saya hanya jualan kue keliling untuk menyekolahkan anak yang berkeinginan keras menjadi polisi," ujar sambil menangis dan memeluk anaknya.
Dilanjutkan Sarizal menyambung cerita ibunya yang tak kuasa menahan haru, ia juga menceritakan sambil menitikkan air mata dengan suara parau dan bergetar ia mengucapkan terimakasih kepada ibunya.
"Terimakasih kepada ibu yang selalu mendampingi saya dari kecil dan mendidik saya, dan terimakasih kepada Ayah yang sudah meninggal berkat didikan dan pesan yang selalu saya pegang teguh sehingga saya bisa berhasil menjadi anggota kepolisian," ceritanya sambil memeluk ibu tercintanya.
Dalam terawangan ingatan Sarizal yang kini sudah berpangkat Bripda itu tentang wejangan ayahnya yang dirasa paling berkesan adalah "Kangan biarkan orangtua menangis," ucapnya kembali menirukan pesan ayahnya dengan bergelimang air mata.
Ibunda Sarizal, Amriati dengan sendu mengatakan keinginan anaknya menjadi anggota polisi sedari kecil sudah memiliki tekad kuat dimana ia terus menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik sehingga mempermudah dirinya mengikuti tes Kepolisian nantinya.
"Saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan kesuksesan anak saya," ujarnya sambil merangkul anak kesayangannya itu.