Breaking News:

BATAM TERKINI

Kesulitan dengan Sistem Online, 471 Siswa SMPN 20 Batam Ikuti Simulasi UNBK

Sebanyak 471 siswa SMPN 20 Batam mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar selama tiga hari.

TRIBUNBATAM.ID/ZABUR ANJASFIANTO
Sebanyak 471 siswa SMPN 20 Batam mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar selama tiga hari. 

Kesulitan dengan Sistem Online, 471 Siswa SMPN 20 Batam Ikuti Simulasi UNBK

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 471 siswa SMPN 20 Batam mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar selama tiga hari.

Simulasi UNBK tersebut dimulai dari Senin (2/3/2020) sampai Rabu (4/3/2020).

Dimana dua hari diikuti siswa dan satu harinya lagi diikuti para guru SMPN 20 Batam.

Kepala SMPN 20 Batam T Fetti Aryani S Pd mengatakan simulasi UNBK sengaja digelar, agar siswa bisa memahami dan mahir menggunakan laptop, komputer untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan.

"Simulasi ini untuk memahirkan atau memperlancar anak dalam menggunakan laptop, atau membahas, atau lebih mendalami soal-soal yang mereka hadapi dalam ujian nasional berbasis komputer nanti," kata Fetti.

CATAT! Penimbun Masker Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 50 Miliar

Fetti menyebutkan dalam simulasi ini, ada 471 siswa yang mengikutinya.

Tujuan dari simulasi UNBK ini, agar siswa terbiasa membahas soal ujian nasional nantinya.

Fetti menyampaikan simulasi meliputi pengecekan infrastruktur sekolah menjelang pelaksanaan UNBK.

Menurutnya, simulasi dilakukan dengan standar dengan UNBK.

"Jadi peserta didik tidak canggung dalam menghadapi ujian nantinya," tambahnya.

Simulasi UNBK tahap akhir berlangsung selama tiga hari. Dalam satu hari dibagi menjadi tiga sesi.

"Secara kesiapan anak- anak sudah baik semuanya. Kita berharap semoga simulasi UNBK ini bisa meningkatkan motivasi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK tahun ini," katanya.

Sementara itu, Miftahul Alya Nauna peserta simulasi UNBK SMPN 20 Batam mengaku kesulitan membahas soal-soal yang diberikan. Selain karena baru pertama kali membahas soal berbasis komputer, juga belum terbiasa menggunakan komputer.

"Soal yang dibahas sedikit sulit karena belum terbiasa menggunakan komputer. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal dianggap kurang mencukupi, karena kurang fokus saat membahasnya," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Zabur Anjasfianto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved