Senin, 20 April 2026

Mahasiswi Batam Buang Bayi di Padang, Mengaku Khilaf dan Minta Bantu Rawat Anaknya

Seorang ibu tega membuang bayi yang baru saja ia lahirkan di Kota Padang, Selasa (3/3/2020) malam. Ia juga meninggalkan pesan di samping bayinya.

|
Editor: Eko Setiawan
Pop Sugar
Ilustrasi bayi 

Awalnya Charmaine mengira itu adalah kucing yang mengeong, tetapi ketika berlutut, dia bisa mendengar tangisan bayi dari dalam saluran.

Mengetahui hal itu, Charmaine pun mulai panik dan melambai-lambaikan tangannya untuk menghentikan mobil yang melintas guna mencari bantuan.

Beruntung ada seorang pengendara bernama Cornie Viljoen berusia 60 tahun mau menepi.

Kemudian Charmaine dan Cornie sepakat bila suara di dalam gorong-gorong tersebut adalah bayi yang menangis.

Tidak menunggu waktu lama, Cornie mengambil sebatang baja dari bagasi mobilnya.

Kemudian dengan bantuan Charmaine, mereka berdua berhasil menyingkirkan lempengan beton berat yang menutupi saluran air sehingga mereka bisa melihat ke dalam.

Tidak semudah yang di bayangkan, Cornie harus turun hingga 1,8 meter dalam saluran pembuangan air dan kakinya mulai terasa sakit secara tiba-tiba.

Cornie menyadari banyak semut merah menggigiti kakinya saat dia mencoba menyelamatkan bayi itu.

Dia mengatakan kemarin, "Ketika saya masuk ke lubang, (tempat) itu sangat sempit sehingga saya harus berlutut dan saya tidak bisa membungkuk."

"Semut merah menyengat kakiku, tapi kemudian saya melihat bayi itu, menyadari ini adalah TKP, saya mengambil foto dan menyerahkan ponselku ke Charmaine."

"Saya tidak tahu apakah bayi itu terluka, sehingga saya mencoba mengangkatnya dengan sangat hati-hati dan sangat lambat, dia sangat kecil."

"Saya ingin memeluknya untuk sementara waktu, tetapi saya tahu dia membutuhkan bantuan medis secepatnya."

"Bayi itu beruntung, semut merah berada lebih tinggi dari tempat dia terbaring dan tidak turun di bagian bawah di mana dia berada."

"Saya hanya tidak tahu mengapa ada orang yang tega melakukan ini pada bayi yang baru lahir, tetapi saya sangat senang kami dapat membantunya dan menyelamatkan hidupnya."

"Saya mengatakan kepada Charmaine untuk segera menelepon layanan darurat," katanya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved