BATAM Krisis Air
Sumber Air Minum di Batam Kini Jadi Lapangan Bola
Dam Duriangkang, waduk sumber air minum di Batam, kini sudah beralihfungsi jadi lapangan bola bagi bocah-bocah kampung urban akibat airnya menyusut.
ALAMI Krisis Air, Sumber Air Batam Kini Jadi Lapangan Bola
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Krisis air bersih kembali menghantui sekitar 1,2 juta warga Batam.
Dari 228 ribu pelanggan, sekitar 196 ribu terancam tak dapat air bersih konsumsi harian.
Hujan tak kunjung turun. Kemarau datang lebih cepat dari ‘prediksi” awal.
Danau penampungan 70 persen air minum utama di Batam, DAM Duriangkang juga terus menyusut.
Bahkan, kekeringan waduk sudah di level mengkhawatirkan.
Dasar waduk di sekitar Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang ini, terus bergeser ke tengah.
Di tepi dasar, saban sore, waduk sumber air minum ini bahkan sudah beralihfungsi jadi lapangan bola bagi bocah-bocah kampung urban.
Waduk yang merupakan tulang punggung ketersediaan air di Pulau Batam, kini hampir berada di batas maksimum penyusutan karena hujan yang tak kunjung turun hingga awal Bulan Maret ini.
Sudi salah satu warga mengaku terpaksa harus ke tengah untuk mancing di waduk. Biasanya cukup di pinggir waduk saja untuk mencari ikan.
"Saya selalu mancing ikan di sini, saat tidak kerja. Biasa di pinggir saja, sekarang yang harus turun dan ke tengah waduk," katanya.
Krisis ini datang di masa-masa tegang.
Peristiwa kebakaran hutan yang terjadi Kawasan Sekupang dan Tiban pada Senin (2/3) lalu menjadi perhatian.
Apalagi, beberapa bulan lagi, masa kontrak 25 tahun PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan diputus oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Otoritas pengelola air, PT ATB kini menyiapkan sejumlah skenario.
Skenario ini mulai dari teknis, sistematis hingga spiritualis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kondisi-dam-duriangkang-batam_20160428_120726.jpg)