Erdogan-Vladimir Putin Berunding Enam Jam, Tentukan Nasib Perang Suriah, 36 Tentara Turki Tewas
Bulan lalu, 36 tentara Turki tewas di Idlib selama serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia.
TRIBUNBATAM.id - Turki dan Rusia telah menyetujui gencatan senjata mulai tengah malam waktu setempat, di Provinsi Idlib, barat laut Suriah dalam upaya untuk menghindari eskalasi besar.
Melansir BBC, di Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki Recep Tayyip Erdogan juga setuju untuk membangun koridor keamanan dan patroli bersama.
Bulan lalu, 36 tentara Turki tewas di Idlib selama serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia.
Turki, yang mendukung pemberontak oposisi, merespons dengan menyerang pasukan Suriah.
Insiden itu memicu kekhawatiran akan konflik militer langsung antara Turki dan Rusia.
Bagaimana dengan kesepakatan gencatan senjata?
• Terjadi Hari Ini 46 Tahun Silam, Tragedi Jatuhnya Pesawat Turkish Airlines Tewaskan 346 Orang
• Koper Raffi Ahmad Dicuri di Bandara, Ungkap Isi Kopernya yang Hilang dan Puji Pelayanan Polisi Turki
• Berwisata ke Turki, Via Vallen Singgung Orang yang Biasa Naik Pesawat First Class
Kesepakatan itu diumumkan setelah sekitar enam jam perundingan antara Putin dan Erdogan di ibukota Rusia.
Kedua belah pihak pun mengatakan kesepakatan itu termasuk, di mana poin-poinnya adalah sebagai berikut:
- Gencatan senjata mulai pukul 00:01 waktu setempat pada Jumat (22:01 GMT Kamis) di seluruh jalur kontak
- Koridor keamanan 6 km (empat mil) utara dan 6 km selatan dari jalan raya M4 utama Idlib,
yang menghubungkan kota-kota yang dikuasai pemerintah, Aleppo dan Latakia
- Patroli gabungan Rusia-Turki bersama M4 mulai 15 Maret
Erdogan memperingatkan, meskipun gencatan senjata disepakati, Turki "berhak untuk membalas dengan segala kekuatannya terhadap serangan" oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
• Panduan Membuat Visa ke Turki Secara Online, Cocok Untuk Traveler Pemula
• Dilarang AS Beli Jet Tempur F-35, Turki Lirik Sukhoi 35 Rusia
Sementara itu, Presiden Putin mengatakan dia berharap kesepakatan itu akan berfungsi sebagai landasan yang baik untuk mengakhiri pertempuran di zona eskalasi Idlib, sehingga akan mengakhiri penderitaan penduduk sipil.
Koresponden diplomatik BBC Jonathan Marcus mengatakan, pertanyaan mendasar tetap ada, termasuk berapa lama gencatan senjata akan berlangsung, apakah pasukan pemerintah Suriah atau pasukan Turki akan kembali ke zona yang ditentukan, dan bagaimana nasib nasib sejumlah besar pengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ergogan-tak-akan-hentikan-serangan-ke-kurdi-suriah.jpg)