Minggu, 3 Mei 2026

BP BATAM GELAR SHALAT ISTISQA

Usai Sholat Istisqa, Syahril Ungkap Kondisi Terkini Dam di Batam, Juli Terancam Shut Down

Syahril Japarin mengungkapkan kondisi terkini dam-dam yang ada di Batam semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Tepat pukul 08.53 WIB shalat Istisqa atau shalat minta hujan dimulai di halaman ataupun Parkiran kantor BP Batam, Jumat (6/3/2020). 

Syahril Ungkap Kondisi Terkini Dam Pemasok Air Bersih di Batam, Juli Terancam Shut Down 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengakui kondisi terkini dam-dam yang ada di Batam semakin hari semakin mengkhawatirkan. 

Hal ini disebabkan karena tidak ada turun hujan di kota Batam dalam beberapa hari terakhir.

"Kita sedot terus tapi pengisiannya kurang. Itu sebabnya kita minta pada Allah agar diturunkan hujan untuk mengisi waduk-waduk ini," ujarnya usai shalat Istisqa di halaman BP Batam, Jumat (6/3/2020)

Mencegah kritis air, ada juga upaya lain yang diakukan dalam waktu dekat seperti membuat hujan buatan melalui Badan Penerapan Pengkajian Teknologi (BPPT). 

"Kita baru bertemu minggu depan. Kapan waktunya kita tunggu saja. Karena prosesnya panjang.

Selain itu, ada upaya lainnya, yakni berupa penyaluran air dari Dam Tembesi ke Muka Kuning.

"Intinya bertahap akan dilakukan. Paling tidak Dam Tembesi ini bisa memberikan support untuk waduk lainnya," katanya. 

Sebelumnya diberitakan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT ATB, menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman krisis air.

Tanpa antisipasi, maka 6 Juli 2020, Dam Duriangkang yang menyuplai 70 persen air di Batam, akan shut down.

Sebelumnya diberitakan Badan Pengusahaan Batam bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyiapkan langkah rationing atau penggiliran, memompa air dari Waduk Tembesi, hingga menyiapkan hujan buatan.

Hal ini disebutkan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan.

"Kondisi sekarang memang Batam sangat kekurangan air hujan atau air baku. Kita mengantisipasi kondisi curah hujan," ujar Binsar saat konfrensi pers di Bida Marketing BP Batam.

Diakuinya langkah yang disiapkan, mengantisipasi kelangkaan air selain rationing atau penggiliran, dengan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

Ia melanjutkan mulai minggu depan, akan membicarakan dengan BPPT untuk menggunakan teknologi modifikasi cuaca penerapan teknologi TMC BPPT.

"Mereka sudah pernah melakukan, dari tidak hujan, menjadi hujan dengan menambah garam untuk mengubah arah angin," ungkap dia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved