Minggu, 12 April 2026

BATAM KRISIS AIR

Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah, MUI Batam Ingatkan BP Batam dan ATB Soal Air Bersih

Ketua MUI Batam KH Usman Ahmad, mengingatkan BP Batam dan ATB untuk menjaga aliran ke rumah warga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dok ATB
Kondisi air baku di waduk Duriangkang semakin surut dan memprihatinkan. ATB telah melakukan berbagai upaya efisiensi pengolahan air, guna meminimalisir dampak minimnya cadangan air baku Kota Batam. Namun, yang paling penting adalah upaya serius pemerintah dalam melaksanakan konservasi air baku. 

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, MUI Batam Ingatkan BP Batam dan ATB Soal Stok Air Bersih

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam KH Usman Ahmad, mengingatkan BP Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga aliran ke rumah warga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah. 

"Air kebutuhan primer semua orang. Tentu kami ingatkan, agar ada kerja sama yang baik. Sehingga pasokan air untuk saat ini dan menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini terjamin," katanya, Rabu (11/3/2020).

Usman mengingatkan, agar BP Batam dan PT ATB tidak cengeng menyikapi cuaca panas saat ini.

"Jika hanya mengandalkan satu waduk berat. Nah, ketika kondisi panas membuat kering, di sini dibutuhkan sinkronisasi kebijakan. Sehingga pelanggan tidak menjadi korban. Dan dibalik itu, kita berdoa kepada Allah SWT agar musim bisa berganti sejenak. Sehingga ada air," katanya.

Usman mengingatkan ATB soal rencana mematikan air selama dua hari atau 48 jam dalam sepekan.

Menurutnya hal itu bukan solusi dan minta ATB sebagai penyalur dan BP Batam sebagai penyedia bahan baku air mulai memikirkan hal ini agar tak memancing kemarahan masyarakat Batam.

Warga Batam Kekeringan, Air di Dam Tambesi Melimpah Ruah, Ada Solusi Tapi ATB Tak Bisa Berkerja

Sebelumnya, PT ATB akan mengabstraksi air baku Waduk Duriangkang melalui 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Di antaranya IPA Duriangkang, dengan kapasitas 2.200 liter per detik, IPA Tanjungpiayu dengan kapasitas 200 liter per detik.

Air baku dari waduk Duriangkang juga dialirkan ke IPA Mukakuning sebesar 300 liter per detik.

Waduk ini melayani 80 persen kebutuhan masyarakat kota Batam.

Sehingga, total pelanggan yang mendapat suplai air dari Waduk Duriangkang adalah sekitar 228.900 sambungan.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus menjelaskan, per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,05 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

Pemerintah memutuskan untuk melakukan penggiliran (Rationing) di waduk Duriangkang. Langkah ini akan mulai dilakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5.

Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu.

Alasan ini ternyata tidak diterima warga Batam.

Sebagian mengadukan nasib ke DPRD Kota Batam.

Khususnya yang berpotensi terkena dampak.

Di daerah Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya. (Tribunbatam.id/Leo Halawa)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved