PILKADA KEPRI
Partai Gerindra Koalisi dengan PDIP di Pilkada Kepri, Siap Lawan Isdianto?
Partai Gerindra bakal berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Kepri. Hal ini disampaikan Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Kepri.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di Kepri, sejumlah tokoh politik semakin intens melakukan komunikasi politik, baik dengan partai politik maupun dengan tokoh politik lainnya.
Seperti yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kepri, Syahrul. Ia mengungkap peta politik saat ini untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri.
Syahrul mengatakan, sudah ada empat figur yang sikap dan langkah politiknya sedang ditunggu-tunggu publik.
Mereka adalah Soerya Respationo (Ketua PDIP Kepri), Ismeth Abdullah (eks Ketua BP Batam), Isdianto (Plt Gubernur), dan terakhir HM Rudi (Wali Kota Batam).
Dari keempat figur tersebut, baru dua figur yang secara terbuka menyatakan sikap ke publik dalam bersaing di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 23 September 2020 mendatang.
"Pak Ismeth sepertinya masih mengakar di publik. Beliau sudah 3 kali datang ke rumah saya. Kalau Soerya belum pernah, meski komunikasi politik kami jalan," ujar Syahrul usai mengikuti acara rakyat di Kampung Bugis, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepri, Kamis (30/1/2020) siang.
Menurut Syahrul, HM Rudi sepertinya akan serius untuk kembali mencalonkan diri sebagai incumbent wali kota.
"Saya kenal baik Rudi. Dua kakaknya masih di sini. Waktu dia umrah dan saat itu ibunya meninggal dunia, saya yang ikut proses hingga pemakamannya. Rudi itu dulu pernah bilang ke saya, akan maju sebagai Gubernur Kepri. Entah saya lihat sudah berubah sejak dilantik jadi kepala BP," ujar mantan Wakil Wali kota Tanjungpinang di masa Lis Darmansyah jabat walikota (2013-2018) usungan PDIP ini.
Lalu bagaimana dengan Isdianto?
"Pak Isdianto itu fokus di gubernur. Ada yang urus sih buat dia jadi gubernur defenitif, tapi ada juga yang urus dia tetap jadi Pelaksana tugas (Plt), " kata Syahrul sambil tertawa.
Sekadar diketahui, ada 2 opsi bila Isdianto menjadi gubernur definitif. Pertama, mengakhiri masa jabatan hingga 2021 dan yang kedua mencalonkan diri jadi gubernur.
Sementara itu, jika tetap menjadi Plt Gubernur, Isdianto punya dua pilihan politik, mencalonkan jadi gubernur, atau jadi wakil dari figur yang ada sekarang.
Pada Januari 2020 ini, politisi yang senang dan akrab disapa Ayah ini, baru 16 bulan menjabat Wali kota Tanjungpinang.
Ia adalah guru kelahiran pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas. Dia mengaku masih akan fokus mengembangkan Tanjungpinang, sebagai obyek wisata maritim, dan budaya di Kepri.
Menurutnya, masa penentuan siapa calon gubernur dan wakil gubernur, untuk 3 bulan kedepan masih ada di elite DPP Partai di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/onward-siahaan.jpg)