HEADLINE TRIBUN BATAM

Soal Corona, Jokowi Telepon Rudi

Presiden Jokowi menelepon Walikota Batam, HM Rudi terkait ancaman virus corona dan menyampaikan pesan berikut ini.

wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Soal Corona, Jokowi Telepon Rudi

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ancaman virus Corona memantik perhatian khusus Presiden Joko Widodo terhadap Batam.

Jokowi sendiri bahkan menelepon Wali Kota Batam HM Rudi, Rabu (11/3/2020) malam.

Dalam percakapan keduanya, Jokowi menanyakan persiapan penanganan lanjutan dan pencegahan virus Corona (Covid-19) di Batam.

Rudi menyampaikan percakapannya dengan Jokowi itu kepada tamu undangan saat membuka acara pelatihan kerja di Hotel Pusat Informasi Haji, Batam Center, Kamis (12/3) siang.

"Tadi malam saya ditelepon Pak Jokowi. Tolong dibantu Batam. Tolong dibantu soal baju medis," kata Rudi.

Tidak hanya Jokowi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian juga menelepon Rudi.

Melanjutkan instruksi Jokowi, Tito memerintahkan Rudi untuk bertemu dengan Konsulat Jendral (Konjen) Singapura.

Rudi disuruh meminta bantuan pakaian pelindung medis di Batam jika ada pasien terpapar virus Corona.

“Saya ditelepon Pak Tito juga soal Corona. Makanya tadi saya jumpa dengan Konjen Singapura,” timpal Rudi.

Wali Kota Batam itu meminta bantuan pakaian medis dari Konjen Singapura. Sebab, selama ini pakaian tersebut belum tersedia di Batam. Selain biayanya mahal, pakaian pelindung medis serba tertutup itu harus melewati proses di Bea dan Cukai ketika dibawa masuk ke Batam. Atas alasan tersebut, Rudi diperintahkan Jokowi dan Tito untuk membangun koordinasi.

"Ternyata harganya mahal bapak/ibu. Sekali pakai, langsung dibuang lalu dibakar. Bayangkan berapa uang negara terkait ini. Tetapi demi masyarakat dan medis kita tentunya," tambah Rudi seraya berbagai tips hidup sehat melawan virus Corona.

Pemerintah Singapura sebenarnya sudah membantu Indonesia melalui Pemko Batam dengan menyediakan dua ventilator udara. Rudi menyebutkan alat ini berfungsi untuk membantu pasien virus Corona yang mengalami sesak napas.

“Ventilator udara itu ada dua. Tadi saya koordinasi dengan Kepala Bea dan Cukai soal kedatangan barang ini. Mudah-mudahan sore ini sampai," ujar Rudi.

Kedua ventilator itu akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) Khusus Covid-19 (virus Corona) dan RS Embung Fatimah Batam. Rudi mengakui Pemko Batam saat ini kekurangan biaya penanganan khusus pasien dengan virus Corona. Dia memastikan anggaran yang tersedia sekitar Rp 2 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved