Sabtu, 2 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Tari Inai, Satu Tradisi Unik Dalam Rangkaian Upacaranya Pernikahan di Daik Lingga

Pernikahan merupakan upacara sakral yang terdiri dari banyak rangkaian kegiatan.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Lensa Budaya
Tari inai 

TRIBUNBATAM.id - Pernikahan merupakan upacara sakral yang terdiri dari banyak rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan tersebut biasanya memiliki arti sesuai dengan tradisi dan budaya dari daerah masing-masing.

Adat pernikahan Melayu di Daik Lingga memiliki satu tradisi unik dalam rangkaian upacaranya, yakni tari inai.

Tari inai merupakan rangkaian kegiatan dalam tata cara adat Perkawinan Melayu di Daik Lingga.

Tarian ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2017.

Bagi masyarakat Melayu Daik Lingga, tari Inai bukan hanya hiburan bagi pasangan pengantin.

Namun merupakan tradisi khusus yang harus dilaksanakan dalam rangkaian Berinai Besar dan Tepung Tawar.

Kedua tradisi tersebut juga termasuk dalam rangkaian pernikahan Melayu Daik Lingga.

Selain di Kepri, tarian dengan nama lain terinai ini juga melekat di masyarakat Riau dan Jambi.

Dulunya, para orang tua yang melakukan tarian ini lebih mengutamakan laki-laki sebagai penarinya.

Namun, demi menjaga agar tarian ini tidak punah, masyarakat kini lebih sering menunjuk anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki untuk menampilkan tarian ini.

Biasanya tari inai dilaksanakan usai pengucapan ijab kabul.

Namun, ada pula yang ditampilkan saat kedua pengantin memasang inai maupun sebelum pelaksanaan resepsi atau bersanding di pelaminan.

Sebelum pengantin bersanding di pelaminan, mereka akan melaksanakan tradisi tepung tawar.

Saat itulah, tarian inai ini ditampilkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved