Perlukah Indonesia Lockdown Cegah Penyebaran Corona? Jokowi dan Jusuf Kalla Beda Pendapat
Presiden Jokowi beda pendapat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla mengenai perlunya Indonesia lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.
TRIBUNBATAM.id - Presiden Jokowi beda pendapat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla mengenai perlunya Indonesia lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Beberapa negara seperti Italia dan Malaysia menerapkan lockdown, sedangkan Indonesia belum.
Pro dan Kontra Lockdown juga membuat Karni Ilyas tertarik menjadikannya tema ILC TV One malam ini, Selasa (17/3/2020).
Wacana lockdown mencuat setelah penyebaran virus Corona juga terjadi di Indonesia.
Jusuf Kalla mengusulkan untuk melakukan tindakan lockdown.
• Mengapa Pemerintah Tak Lockdown Batam Untuk Hindari Corona? Ini Penjelasan Walikota
• Malaysia Umumkan Lockdown Selama 14 Hari, PM Malaysia: Ini Satu-satunya Cara Cegah Wabah Corona
Yaitu mengunci rapat interaksi antarkota dan negara dari dunia luar.
Pria yang menjabat sebagai petinggi Palang Merah Indonesia ini mengatakan bila upaya lockdown seharusnya dilakukan di Indonesia.
Kejadian yang dibilang sangat serius ini membuat pemerintah harus tepat dalam menyusun kebijakan.
Dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com, JK menilai Indonesia dapat melakukan lockdown apabila siap disiplin.

Ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia (Kompas.com)
"China berhasil untuk memperlambat, tidak mencegah 100% dengan lockdown, tapi ini negaranya sangat disiplin, yang bisa melaksanakan itu. Indonesia kalau diinstruksikan pasti bisa tapi harus siap segi ekonominya, dan ini itu harus disiapkan macam-macam," ujar Jusuf Kalla pada Jumat (13/3/2020).
Namun ternyata Presiden Jokowi menolak saran ini karena dirasa belum jadi pilihan untuk saat ini.
Presiden Jokowi menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional.
Meskipun begitu, Presiden belum menetapkan lockdown terkait virus corona yang makin merebak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cerita-pasien-sembuh-dari-virus-corona-di-indonesia.jpg)