Perlukah Indonesia Lockdown Cegah Penyebaran Corona? Jokowi dan Jusuf Kalla Beda Pendapat
Presiden Jokowi beda pendapat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla mengenai perlunya Indonesia lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Orang nomer 1 di Indonesia ini hanya menginstruksikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga jarak.
Berikut ini kelebihan dan kekurangan jika melakukan lockdown atau tidak seperti dikutip TribunMataram.com dari TribunStyle.com.
Tema ILC
Tema Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One mengangkat virus Corona dan lockdown.
Judul ILC TV One diposting Karni Ilyas di akun twitternya.
Karni Ilyas mengambil judul 'Corona: Pro dan Kontra Lockdown."
Postingan Karni Ilyas langsung mengundang beragam komentar.
Mereka menginginkan narasumber yang kompeten.
Ada juga yang menginginkan Karni Ilyas mengundang Menkes Terawan Agus Putranto.
Indonesia kini sedang hadapi penyebaran virus corona, Jusuf Kalla sarankan lockdown, namun ditolak Joko Widodo, ini plus minusnya.
Penyebaran virus corona berlangsung sangat cepat.
Hal ini tentu membuat banyak orang khawatir.
Presiden Jokowi melarang pemerintah daerah untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam menghadapi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.
Jokowi menegaskan bahwa kebijakan lockdown hanya dapat diambil oleh pemerintah pusat.
"Kebijakan lockdown, baik di tingkat nasional dan tingkat daerah, adalah kebijakan pemerintah pusat," ucap Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Senin (16/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cerita-pasien-sembuh-dari-virus-corona-di-indonesia.jpg)