TRIBUN WIKI
Sejarah Nama Batu Ampar, Ternyata Ada Cerita Cinta dan Pertaruhan Putri Raja Dibaliknya
Salah satu kecamatan di kota Batam yang terkenal sebagai kawasan industri adalah Batu Ampar.
Singkat cerita, sedikit-demi sedikit si Badang tumbuh menjadi pria yang jujur, sederhana, suka berkelana dan perkasa.
Dari Kepulauan Riau, ia pun berpindah-pindah, ke Bintan, Daik, Pulau Buluh hingga ke Tumasik (Singapura).
Di Tumasik, si Badang yang sakti bahkan sampai mewakili negeri Tumasik beradu kekuatan melawan orang kuat dari India.
Orang kuat asal India itu menghadap Tuan Putri, penguasa Tumasik untuk menyerahkan semua hartanya kepada Tuan Putri apabila kalah dalam adu kekuatan.
Tetapi, sebagai balasan, Tuan Putri harus menyerahkan Tumasik kepadanya jika dia berhasil menang dalam adu kuat dengan si Badang, yang jadi kepercayaan Tuan Putri.
Mengambil tempat di Pantai Timur Tumasik, persisnya di depan Pulau Sentosa, adu kekuatan pun dimulai.
Orang kuat dari India itu pun memamerkan kekuatannya dengan mengangkat sebuah batu besar.
Meski beratnya hampir setengah ton, ia mampu mengangkatnya hingga di atas kepalanya.
Melihat itu, Tuan Putri gusar dan gugup, dalam hatinya ia terus berpikir yang tidak-tidak mengenai nasib negerinya jika si Badang kalah dalam pertandingan.
Hingga pada akhirnya giliran si Badang unjuk kekuatan.
Ia menuju ke batu besar yang dapat diangkat oleh lawan tandingnya itu.
Sebelum mengangkat batu itu, sejenak ia menghadap ke Gunung Ledang, lalu ke Selat Singapura.
Lepas itu, dengan enteng ia mengangkat batu itu dan melambung-lambungkan menggunakan tapak tangan kanannya.
Ia kemudian memindahkannya pula ke tapak tangan kirinya.
Sejurus berlalu, si Badang mengambil ancang-ancang dan sontak melemparkan batu besar berwarna hitam kemerah-merahan itu ke laut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapal-mv-dharma-lautan-intan_20180411_154023.jpg)