Minggu, 10 Mei 2026

Cegah Corona Malaysia Kerahkan Tentara Jaga Lockdown, Pembangkang Akan Ditangkap

Malaysia harus mengerahkan tentara untuk menegakkan prosedur lockdown. Malaysia mengambil langlah lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

Tayang: | Diperbarui:
Twitter
Petugas Medis di Malaysia ajak warga Malaysia untuk tetap berada di rumah sementara mereka bekerja di rumah sakit. 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Malaysia harus mengerahkan tentara untuk menegakkan prosedur lockdown.

Mulai Minggu (22/3/2020), Pemerintah Malaysia mengerahkan pasukan untuk menertibkan lockdown.

Malaysia mengambil langlah lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

Ini dilakukan pemerintah setelah Negeri Jiran tersebut menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi di Asia Tenggara.

Seperti diketahui, sejak Rabu (18/3), Malaysia telah menutup pembatasannya, sekolah dan bisnis yang tidak penting, dan mendesak orang untuk tinggal di rumah, memperingatkan adanya gelombang "tsunami" dari kasus virus corona jika hal tersebut tidak diikuti.

Terminal Feri Internasional Kukup Johor Malaysia Dipadati WNI yang Hendak Pulang ke Tanah Air

Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi kebijakan tersebut karena masih ditemui yang pergi ke restoran dan taman.

"Tentara akan mulai memobilisasi pada hari Minggu," katanya dalam sebuah taklimat, Jumat (20/3/2020). 

"Kami yakin dengan bantuan tentara, kami akan lebih mampu menegakkan perintah ini," lanjut dia.

Tindakan hukum, seperti penangkapan, dapat diambil jika kebijakan ini terus ditentang, katanya.

 Susul Malaysia, Australia Lockdown Guna Cegah Penyebaran Virus Corona

 DAFTAR 8 Negara Tetapkan Lockdown Akibat Wabah Covid-19, Spanyol hingga Malaysia

Malaysia memiliki 900 infeksi, dengan hampir dua pertiga kasus terkait dengan pertemuan umat Muslim bulan lalu di dekat Kuala Lumpur, ibukota, yang menarik 16.000 peserta.

Pihak berwenang berusaha melacak semua yang hadir.

Malaysia yang mayoritas beragama Muslim juga sudah membatalkan sholat Jum'at di masjid-masjid dan mendesak orang untuk shalat di rumah.

Sebelumnya tidak mudah rupanya bagi Malaysia untuk lockdown menyusul wabah virus corona.

Malaysia memberlakukan lockdown mulai Rabu (18/3/2020) hingga dua minggu ke depan.

 Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan langkah drastis untuk membendung lonjakan infeksi virus corona baru.

Lantas, bagaimana implementasi lockdown di Negeri Jiran di hari pertama ini?

Rupanya, pelaksanaan lockdown pada hari pertama gagal dan jauh dari harapan.

Warung makanan dan minuman di pasar sentral di wilayah Sibu, Malaysia, misalnya masih memungkinkan pelanggan untuk makan di tempat meskipun ada larangan nasional yang mulai berlaku hari ini.

 Malaysia Lockdown, Singapura Kalang Kabut, Potensi Pukulan Ekonomi Lebih Besar

Melansir The Star, restoran di Malaysia memang diizinkan untuk membuka bisnis mereka, namun seharusnya hanya melayani layanan bawa pulang atau take-away.

Kondisi yang terjadi adalah warga Malaysia berbisnis seperti biasa.

Hal ini tampak di food court pasar pusat karena sejumlah restoran tampak terus melayani pelanggan mereka seolah-olah itu hari merupakan hari biasa.

Ketua Pasar dan Pedagang Kecil Dewan Kota Sibu, Albert Tiang ketika dihubungi The Star mengatakan dewan akan mengeluarkan pemberitahuan kepada semua pedagang sebelum tengah hari.

"Kami akan mengeluarkan pemberitahuan untuk memberi tahu mereka bahwa mereka hanya diperbolehkan melakukan bisnis take-away sampai akhir bulan ini," katanya.

Dia mengatakan dewan akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang tidak mematuhi setelah pemberitahuan diberikan kepada mereka.

"Kami akan menangguhkan lisensi mereka atau mencabutnya," katanya.

Tiang mengatakan semua pedagang tahu tentang arahan dari Pemerintah Federal tetapi memilih untuk mengabaikannya.

Namun, tidak ada masalah dengan kedai kopi karena mereka mematuhi pesanan.

Sebelumnya, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah menitahkan bahwa semua warga Malaysia harus mematuhi perintah pembatasan pergerakan untuk memberikan kerja sama penuh dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Melansir kantor berita Bernama, perintah itu, yang diumumkan oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin pada hari Senin, akan berlaku mulai hari ini hingga 31 Maret.

Pengawas keuangan Rumah Tangga Kerajaan Istana Negara Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan Raja mengatakan semua warga harus menghadapi situasi ini dengan tenang untuk membantu pemerintah dan otoritas terkait mengatasi situasi secara efektif.

“Yang Mulia mendesak semua warga untuk tidak menganggap remeh pembatasan gerakan. Warga juga diminta untuk mengikuti pedoman dan langkah-langkah pencegahan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan karena ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan keluarga kita, masyarakat kita, dan negara kita tercinta," katanya dalam sebuah pernyataan oleh Istana Negara kemarin.

Singapura kalang kabut

Singapura ikut kalang kabut dengan kebijakan Malaysia lockdown mulai hari ini, Rabu (18/3/2020).

Mulai hari ini, Rabu (18/3/2020), Malaysia mengumumkan lockdown total selama dua minggu.

Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Ini merupakan langkah drastis untuk membendung lonjakan infeksi virus corona baru.

Dalam pidato pada Senin (16/3) malam, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakanm pemerintah akan menerapkan Perintah Pengendalian Gerakan mulai 18 Maret hingga 31 Maret.

"Pemerintah memandang situasi ini dengan serius, terutama dengan perkembangan gelombang kedua (infeksi)," katanya seperti dikutip South China Morning Post.

Pembatasan perjalanan Malaysia adalah ancaman terbaru terhadap ekonomi Singapura yang sudah terhuyung-huyung akibat wabah virus corona.

Melansir Bloomberg, Singapura sangat bergantung pada pekerja dan makanan dari negara tetangganya.

Sedangkan Malaysia sudah mulai bergerak sejak Senin malam untuk melarang semua pengunjung dan mencegah penduduk bepergian ke luar negeri selama dua minggu ke depan. Hal ini akan mematahkan saluran tenaga kerja utama untuk Singapura.

Maybank Kim Eng Research memperkirakan, ada sekitar 400.000 warga Malaysia yang bekerja dan belajar di Singapura melintasi perbatasan setiap hari. Potensi pukulan terhadap perekonomian Singapura bisa lebih besar.

"Melarang komuter harian pada dasarnya akan memotong hampir sepersepuluh tenaga kerja Singapura, merugikan industri manufaktur dan jasa," kata Chua Hak Bin, seorang ekonom senior di Maybank di Singapura kepada Bloomberg.

Singapura sudah menghadapi resesi karena gangguan terkait virus pada sektor perdagangan dan pariwisata.

Maybank memperkirakan bakal terjadi kontraksi 0,3 persen pada produk domestik bruto (PDB) Singapura pada tahun 2020, dengan potensi penurunan yang lebih parah jika penutupan Malaysia berdampak lebih besar pada perekonomian.

"Malaysia dan Singapura masih tergabung dalam tren oleh geografi dan sejarah," kata Chua. "Lockdown Malaysia, terutama pada perjalanan dan bisnis yang tidak penting, dapat memiliki efek buruk pada perekonomian Singapura."

Sumber: https://internasional.kontan.co.id/news/mulai-minggu-223-malaysia-kerahkan-tentara-untuk-menjaga-lockdown

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved