VIRUS CORONA DI BATAM
Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 di Batam, 20-an Orang Jalani Karantina Mandiri
Lebih kurang ada 20an warga yang menjalani karantina mandiri di rumah. Camat Sagulung meminta warga lainnya sementara waktu tidak mendatangi warga ini
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasca meninggalnya pasien Covid-19 di Batam, Camat Sagulung, Reza Khadafy meminta masyarakat agar tidak sepele menyikapi kasus ini.
18 Orang Dikarantina
Sementara itu, sebanyak 18 orang dari 30 lebih warga yang sempat kontak dengan pasien Covid 19 yang meninggal dunia di Batam menjalani karantina di Rusun Batamec, Tanjunguncang.
Sebelumnya, jenazah pasien covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (22/3/2020) telah dimakamkan, Senin (23/3/2020) pukul 01.00 WIB dini hari di pemakaman Sei Temiang.
Dan kini, pemerintah langsung bergerak cepat 'mengamankan' orang-orang yang diduga terlibat kontak dengan pasien tersebut.
Tidak semua warga yang sempat kontak dengan korban bisa dikarantina.
Misalnya karena alasan keluarga, dan mereka memilih karantina mandiri di rumahnya sendiri.
Camat Sagulung Reza Kahadapy mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada warga yang sudah mau dikarantina sesuai anjuran pemerintah.
Dia mengatakan, warga yang ada di sekitar gereja sudah diminta untuk tidak keluar kompleks selama waktu yang belum bisa ditentukan dan mendapat pengawasan dari pemerintah.
"Mereka akan tetap kita awasi, dan kita kontrol setiap hari,"kata Reza.
Meninggal di RSUD Embung Fatimah
Seorang pasien positif corona virus (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Sagulung, Batam meninggal dunia, Minggu (22/3/2020) malam.
Kadinkes Batam Didi Kusmarji saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id , Minggu (22/3/2020) malam membenarkan hal tersebut.
"Benar pasien meninggal," ujar Didi saat dikonfirmasi.
Sebagaimana diketahui, di Batam ada 2 orang yang positif terjangkit Covid-19 di Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/camat-sagulung-khadafy_20161112_205800.jpg)