Minggu, 26 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 di Batam, 20-an Orang Jalani Karantina Mandiri

Lebih kurang ada 20an warga yang menjalani karantina mandiri di rumah. Camat Sagulung meminta warga lainnya sementara waktu tidak mendatangi warga ini

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam/ian pertanian
Camat Sagulung Reza Khadafy 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasca meninggalnya pasien Covid-19 di Batam, Camat Sagulung, Reza Khadafy meminta masyarakat agar tidak sepele menyikapi kasus ini.

"Saat ini ada 18 orang yang kita karantina yang melakukan kontak langsung dengan korban. Masih ada 20 orang lebih yang sebelumnya kontak dengan korban, tidak bisa ikut karantina Kota Batam, karena alasan keluarga dan jaga orangtua," kata Reza, Senin (23/3/2020).
Ia mengatakan, warga yang sempat kontak dengan korban memilih karantina mandiri atau di rumahnya karena tidak bisa meninggalkan keluarga.
"Jadi kita meminta kepada masyarakat, agar jangan bersentuhan dengan orang-orang yang sudah pernah kontak langsung dengan korban meninggal," katanya.
Demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini, Reza juga mengimbau warganya agar sementara waktu tidak mendatangi rumah warga yang sedang menjalani karantina mandiri.
"Ini kita imbau agar warga ikut menjaga dan memutus rantai penyebaran virus Corona ini. Kalau ada yang kita tahu datang ke rumah yang melakukan karantina mandiri, akan kita karantina," kata Reza.
Ia menjelaskan penyebaran virus Corona ini sangat berbahaya.
"Bisa saja seseorang sudah memiliki bibit virus Corona, namun karena daya tahan tubuhnya kuat virus tersebut tidak bisa masuk. Yang berbahayanya di saat bertemu dengan orang lain yang daya tahan tubuhnya lemah, maka virus ini akan langsung masuk," kata Reza.
Ia juga meminta kepada seluruh warga Sagulung agar membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus Corona.
"Ya minimal jangan keluar rumah, jangan melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Jangan bepergian keluar kota,"kata Reza.

18 Orang Dikarantina 

Sementara itu, sebanyak 18 orang dari 30 lebih warga yang sempat kontak dengan pasien Covid 19 yang meninggal dunia di Batam menjalani karantina di Rusun Batamec, Tanjunguncang.

Sebelumnya, jenazah pasien covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (22/3/2020) telah dimakamkan, Senin (23/3/2020) pukul 01.00 WIB dini hari di pemakaman Sei Temiang. 

Dan kini, pemerintah langsung bergerak cepat 'mengamankan' orang-orang yang diduga terlibat kontak dengan pasien tersebut. 

Tidak semua warga yang sempat kontak dengan korban bisa dikarantina.

Misalnya karena alasan keluarga, dan mereka memilih karantina mandiri di rumahnya sendiri.

Camat Sagulung Reza Kahadapy mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada warga yang sudah mau dikarantina sesuai anjuran pemerintah.

Dia mengatakan, warga yang ada di sekitar gereja sudah diminta untuk tidak keluar kompleks selama waktu yang belum bisa ditentukan dan mendapat pengawasan dari pemerintah.

"Mereka akan tetap kita awasi, dan kita kontrol setiap hari,"kata Reza. 

Meninggal di RSUD Embung Fatimah

Seorang pasien positif corona virus (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Sagulung, Batam meninggal dunia, Minggu (22/3/2020) malam.

Kadinkes Batam Didi Kusmarji saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id , Minggu (22/3/2020) malam membenarkan hal tersebut.

"Benar pasien meninggal," ujar Didi saat dikonfirmasi.

Sebagaimana diketahui, di Batam ada 2 orang yang positif terjangkit Covid-19 di Batam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved